News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

HRS Terancam Langsung Dipenjarakan Jika Ikut Aksi 1209

HRS Terancam Langsung Dipenjarakan Jika Ikut Aksi 1209


 Ribuan orang yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) akan turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Istana Negara. Namun, karena masih berstatus bebas bersyarat, Habib Rizieq Shihab (HRS) tidak bisa ikut.

Hal itu diungkapkan langsung oleh menantu HRS, Habib Muhammad bin Husein Alatas saat turut hadir dalam acara konferensi pers GNPR terkait Aksi Bela Rakyat (Akbar) yang akan diselenggarakan di Istana Negara pada Senin (12/9).

"(Tidak ikut Aksi 1209) Beliau (HRS) kan sedang pembebasan bersyarat," ujar Habib Muhammad kepada Kantor Berita Politik RMOL di Aula Masjid Baiturrahman, Jalan DR Saharjo nomor 100, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat petang (9/9).

Namun demikian kata Habib Muhammad, Habib Rizieq selalu mendoakan ummat dan rakyat Indonesia yang akan mengikuti aksi unjuk rasa nanti.

"Beliau selalu membela aspirasi umat, membela aspirasi rakyat, apa yang menyulitkan masyarakat ya beliau akan tolak, apa yang memudahkan dan menguntungkan umat dan masyarakat beliau akan dukung," pungkas Habib Muhammad.

GNPR yang terdiri dari Front Persaudaraan Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) dan puluhan ormas lainnya akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara pada Senin siang (12/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam aksi nantinya, terdapat tiga tuntutan, yakni turunkan harga BBM, turunkan harga-harga kebutuhan, dan tegakkan supermasi hukum. Pada aksi nanti itu, akan dihadiri ribuan orang. 

Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Kemenkumham Rika Aprianti menuturkan HRS harus mematuhi aturan-aturan yang sudah diterangkan pihak Bapas selama menjalani masa bimbingan.

Aturan dimaksud di antaranya seperti harus berkelakuan baik dan tidak boleh melakukan pelanggaran terlebih pelanggaran pidana.

"Apabila itu terjadi maka pembebasan bersyaratnya-nya bisa dicabut dan harus kembali menjalankan sisa pidana di rutan/lapas," ujar Rika. (int)


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.