News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tanpa ada ditutupi ! Mengingat kembali kasus chat porno HRS

Tanpa ada ditutupi ! Mengingat kembali kasus chat porno HRS



Pengguna Twitter dengan nama akun @grinrevolusen mengulas kembali kejanggalan parah di kasus yang mendera Habib Rizieq Shihab beberapa waktu lalu. Alasannya, kasus tersebut masih terus menerus digiring buzzeRp. Meski pun tampak jelas keanehan dan kebohongan pihak kepolisian. Berikut ulasannya:

Tanpa ada ditutupi ! Mengingat kembali kasus chat porno Habib Rizieq

Disclaimer, saya bukan orang fpi. Bukan juga suporternya, tidak sepenuhnya mendukung tindak tanduk mereka.

Hanya sekedar mengingat, betapa konyolnya kasus yang masuk proses kepolisian ini.

A thread 

Jadi berawal dari tahun 2017. 

Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba sekelompok orang menamai dirinya Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi diwakili oleh Jefri Azhar melaporkan sebuah website beralamat "Baladacintarizieq*com" ke polisi Polda Metro Jaya.Laporan ini diproses oleh kepolisian dengan nomor Laporan Jefri tertuang dalam nomor laporan polisi bernomor LP/510/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus

Pada tahun 2017, baik Firza dan Habib Riziq ditetapkan sebagai tersangkaApa yang aneh dari kasus ini?

Sejak 2017 sampai detik tidak ada satu pun proses dari kepolisian SIAPA YANG BIKIN WEBSITE BALADACINTARIZIEQ ini?

I mean, setiap kasus pornografi di Indonesia (sebutlah beberapa artis yg saya yakin kamu juga kenal)

Penyebar video pasti ditangkap!Anehnya, siapa yang bikin website ini tidak diketahui.

Sempat ada laporan web ini dibuat oleh Irfan dari Pejaten, tapi tidak terbukti

Foto dari 

Mari berpikir secara logis dan teknis dikit.

Sebuah website itu pasti ada domain dan hosting.

Nah, domain dan hosting ini sudah pasti berbayar kan?

Bayar pakai apa? Transfer rekening dong. 

Rekening pasti punya nama kan?

Sesimpel itu!Ya sesimpel itu. 

Polisi hanya tinggal melacak penyedia layanan domain dan hostingnya, tanya siapa yang beli. Kalau dia beli pakai nama samaran, kan tinggal dilacak rekening pembayarannya.

Bisa juga minta bantuan PPATK

Kalau pakai paypal atau CC juga sudah pasti ada namanya kan?Fyi, nama rekening bank dan paypal itu gak mungkin bisa dipalsukan.

Dari situ saja sudah aneh. Kenapa sampai hari ini polisi belum bisa menangkap siapa pembuat website baladacinta ini?

Minimal jadi saksi kek atau justice colaborator.Buat yang belum tahu, ini pasal buat penyebar pornografi ya. Okay kalau Habib jadi tersangka. 

Nah terus yang bikin webnya gimana?

Hal yang jadi lucu juga adalah polisi sempat menyebar DPO Habib Rizieq karena kasus ini.

Padahal jelas2 saat itu Habib Rizieq sedang ada di Saudi. 

Kalau lokasi dia sudah jelas dimana, ngapain pake umum2 pencarian orang? Kan tinggal minta dideportasi aja.

Back to web BaladaCinta

Website ini sudah down ya. Tapi archive masih tersimpan, bisa diakses sampai hari ini

Anehnya polisi sampai detik ini blm bisa melacak siapa yang bikin tuh website. 

Ibarat kata, kalo saya dikasih akses PPATK aja bisa deh ketemu dalam waktu satu bulan ajaSebagai perbandingan

Polisi bisa mengungkap pembuat akun sosmed palsu.

Polisi telah bekerjasama dengan Facebook/Twitter untuk menyerahkan IP, mac adres, email dll si pemilik akun dengan surat perintah kepolisian. Seterusnya polisi punya fasilitas untuk melacaknya.

 Harusnya pembuat akun palsu jauh lebih sulit dilacak. Karena di situ tidak ada proses pembayaran menggunakan rekening.

Pemilik akun juga bisa bikin akun di warnet, agar gak ketahuan di hp sendiri.

Tapi tetap saja, teknologi polisi hari ini sudah terlalu canggih. Ada cctv, dsb.Sementara, untuk membuat website itu butuh pembayaran. Penyedia hosting dan dns itu tidak bisa sembunyi-sembunyi. Semua sangat bisa terlacak dengan mudah (kalau mau)Hal yang unik lagi adalah, Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi yang melaporkan kasus ini juga baru dibikin menjelang kasusnya Habib Rizieq.

Coba cari keyword "Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi" dengan setting <2016, tidak akan ada hasilnya.Foto dari @grinrevolusenAliansi ini juga sampai sekarang sudah tidak terdengar lagi kegiatannya apa. Bikin ad/art tahunan, siapa ketuanya sekarang, juga gak jelas.

Untungnya kasus ini sudah gak digarap lagi oleh polisi. Karena kalau sampai bergulir di pengadilan, tentu akan jadi kasus paling konyol yang pernah ditangani kepolisian Indonesia.

Sangat jelas skenario acak adulnya, gak sehebat skenario bikinan Sambo.Saya gak akan bahas soal bukti screenshot chatnya ya.

Karena saya yakin semua orang hari ini tahu screenshot chat itu sangat mudah dipalsukan.

Makanya, betapa konyol polisi sampai memproses kasus ini hanya dengan bukti screenshot chat doangSementara si pembuat web gak diproses

Juga tidak pernah ada laporan koq bisa alamat itu diketahui oleh si Jefri dari aliansi mahasiswa anti pornografi.

Darimana Jefri ini tahu alamat itu? 

Dari teman? Siapa temannya? Dari fb? Mana akun fbnya? Kan tinggal ditelusuriKesimpulannya, kasus ini terlalu tol** untuk masuk proses kepolisian, bahkan sampai diterbitkan status tersangka dan dikeluarkan surat DPO. 

It's really pure dumb! Untung aja udah gak diproses lagi, jadi gak kelihatan konyol2 amat lah.Sayangnya buzzerp sampai detik masih suka saja menggunakan bahan kasus ini untuk membully orang2 yg berseberangan dengan mereka. Well, kita ya wajar aja karena mereka memang dapat Rp dengan cara gitu.Faktanya, kasus habib rizieq ini tidak begitu banyak mengundang simpati masyarakat. Pun juga dengan kasus lain seperti KM50.

Masyarakat gak begitu simpatik, ya tidak lepas dari pro dan kontra dengan FPI.Berbeda dengan kasus sambo ini yang korbannya juga sesama polisi. Masyarakat begitu antusias dan simpatik kepada korban.Well, itu sih terserah selera masyarakat ya mau bela yang mana. 

Namun kamu apa gak pernah penasaran, kenapa koq polisi (dengan Sambo sebagai Danzonya) sangat2 menargetkan orang2 seperti Habib Rizieq?

Digunakan segala cara untuk memenjarakan dia, bahkan dgn cara konyol sekalipun?Cobalah sedikit berpikir dengan berbagai latar kasus skenario polisi yang baru2 saja terungkap ke publik.

Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.