News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mantan Pelapor Khusus PBB Puji Anies Setinggi Langit, Haters Makin Panas Dalam!

Mantan Pelapor Khusus PBB Puji Anies Setinggi Langit, Haters Makin Panas Dalam!

 


Pihak-pihak yang sering menyebut Anies Baswedan nggak bisa kerja sepertinya harus berulang kali gigit jari. Bahkan terserang panas dalam akut.

Karena selain dibanjiri penghargaan, pujian ke Anies juga datang dari dunia internasional.

Yang terbaru, Mantan Pelapor Khusus PBB Bidang Perumahan Layak Huni asal Kanada, Leilani Farha, memuji Anies Setinggi langit.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun media sosial Tatak Ujiyati, Farha memuji program perumahan yang digagas Anies sesuai dengan HAM dan tak ada penggusuran paksa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Gubernur DKI Jakarta telah melakukan langkah-langkah fundamental dengan membangun rumah yang kayak bagi warganya dan sesuai dengan HAM. Gubernur juga tidak melakukan penggusuran selama menjabat," ujar Leilani Farha, yang juga seorang pengacara Kanada dan Direktur Global THE SHIFT, sebuah inisiatif perumahan. 

Dalam masa jabatannya sebagai Pelapor Khusus 2014 - 2020, Farha berfokus pada ketidaksetaraan ekonomi.

Ia mengkampanyekan hak atas perumahan yang layak bagi kelompok terpinggirkan.

Farha telah mengambil bagian dalam misi di seluruh dunia untuk memeriksa kondisi hak perumahan dan mengembangkan kebijakan untuk menerapkan hak-hak tersebut.

Pujian Farha bukan tanpa alasan.  Mengingatkan di era kepemimpinannya, Gubernur Anies membangun beberapa kampung yang dulunya digusur oleh Ahok. Yaitu ;

1. Kampung Susun Kunir

Pembangunan diperuntukkan bagi warga Pinangsia yang menjadi korban penggusuran.

"Kampung Susun Kunir adalah salah satu wujud komitmen dari kami untuk memastikan warga mendapatkan hunian yang layak ketika mereka rumahnya harus digusur untuk kepentingan publik," kata Anies dikutip dari Tribun Jakarta.

Anies berjanji Kampung Susun Kunir akan menjadi tempat tinggal layak seperti Kampung Susun Akuarium.

Nantinya, Kampung Susun Kunir akan ditempati 33 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban penggusuran.

"Bukan sekedar mengeksekusi rencana pemerintah, tapi memastikan bahwa warga bisa hidup layak. Karena bila kita mengalami hal yang sama, pasti kita ingin pemerintah mengurusi warganya dengan baik," ujar Anies.


2. Kampung Susun Cakung

Anies juga meresmikan pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung di RW 05 Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur.

Kampung susun itu dibangun di tanah seluas 4.000 meter persegi yang terletak di lahan HPL Nomor 4 Kelurahan Jatinegara.

Lahan itu sebelumnya ditempati oleh beberapa pedagang dan petani kangkung.

Kampung Susun Cakung itu nantinya akan ditempati 75 keluarga dari Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan yang digusur pada 2016 silam.

"Sebuah janji, alhamdulillah hari ini mulai kita lunasi dan tunaikan sebaik-baiknya. Kita semua bersyukur, persis lima tahun satu bulan dari peristiwa akhir September 2016," kata Anies, Kamis (7/10/2021).

Untuk diketahui, permukiman warga Bukit Duri digusur pada 26 September 2021. Penertiban bangunan di Bukit Duri dilakukan dalam rangka normalisasi Kali Ciliwung.

Sebagian warga Bukit Duri yang rumahnya digusur kemudian mengajukan gugatan class action. Mereka menuntut ganti rugi hingga Rp 1,07 triliun.

Selain gugatan class action, warga juga menempuh upaya hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Mereka menggugat surat peringatan penggusuran yang dikeluarkan Kepala Satpol PP Jakarta Selatan sebagai maladministrasi.

Di tingkat pertama, PTUN memenangkan warga. Pemkot Jaksel kemudian mengajukan banding dan menang.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat baru memenangkan gugatan class action warga Bukit Duri pada 25 Oktober 2017.

Pemprov DKI tidak mengajukan banding dan akan membayar ganti rugi.

Anies yang telah menjabat sebagai Gubernur DKI berjanji akan membayar ganti rugi sebesar Rp 18,6 miliar dan membangun kampung susun untuk warga Bukit Duri.


3. Kampung Akuarium

Pada 17 Agustus 2021, Anies juga meresmikan Kampung Susun Akuarium di di bekas lokasi gusuran Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara.

Anies menyebut pembangunan Kampung Susun Akuarium sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan rasa keadilan dalam bidang permukiman warga.

Menurut Anies, Kampung Susun Akuarium merupakan ikhtiar untuk melunasi janji kampanyenya yang juga janji kemerdekaan yang disepakati pendiri bangsa sekaligus mewujudkan sila kelima Pancasila.

"Pembangunan Kampung Susun Akuarium merupakan program strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal pningkatan kualitas kawasan permukiman dan masyarakat yang bertujuan untuk memfasilitasi warga DKI Jakarta memenuhi rasa keadilan dalam bermukim"

"dan memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak huni, nyaman dan terjangkau. Sehingga, Jakarta tidak hanya maju kotanya, tapi juga bahagia warganya," kata Anies dalam sambutannya.

Kampung Susun Akuarium digusur pada 11 April 2016.

Penggusuran dilakukan karena Ahok ingin membangun sheetpile di tempat berdirinya bangunan warga di samping Museum Bahari dan Pasar Ikan.

Tanggul juga harus dibangun untuk mencegah air laut masuk.

Kampung Akuarium akhirnya diratakan dengan tanah. Namun, sejumlah warga memilih bertahan di atas puing-puing bangunan dan membangun tenda-tenda di sana.

Kini, korban penggusuran telah menempati 107 unit yang berada di dua blok bangunan di Kampung Akuarium yang dibangun Anies. (wbc)

Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.