News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hahaha... Ributi Nama Rumah Sehat, Kumpulan BuzzeRp Malah Kena 'Smackdown' Pak Menkes

Hahaha... Ributi Nama Rumah Sehat, Kumpulan BuzzeRp Malah Kena 'Smackdown' Pak Menkes

 


Kerjaan buzzeRp memang selalu meributi setiap kebijakan Anies Baswedan. Lucunya, mereka meributi tanpa data dan fakta. Alias asal nyeblak. Dan endingnya selalu kalah malu usai mendapat klarifikasi. 

Seperti saat buzzeRp dengan semangat 45, menyerang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan usai mengubah nama rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat di lima wilayah DKI Jakarta. 

Dari narasi-narasi yang mereka lemparkan, kebijakan ini seolah bisa mengganggu stabilitas NKRI. 

Namun sebelum kelakukan buzzeRp ini menambah permasalahan negara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin langsung memberikan penjelasan yang gamblang sekaligus men-smackdown para buzzeRp.

Menkes menyatakan, Anies Baswedan telah berbicara pada dirinya sebelum melakukan perubahan tersebut.

"Sudah sempat berbicara dengan saya beliau. Sudah sempat bicara dengan kami," kata Budi di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (4/8).

Menurut Budi, Pemprov DKI hanya mengubah logo dan nama branding menjadi Rumah Sehat. Sementara akta legal tetap rumah sakit, sehingga tidak ada aturan yang diubah atau dilanggar.

"Mesti dibedakan nama legalnya, apa nama brandingnya, Misalkan ada rumah sakit pakai Hospital, jadi kalau dilihat logonya 'apa' Hospital, tapi di aktanya tetap pakai rumah sakit. Jadi update yang disampaikan kepada kami. secara legal itu tetap rumah sakit, di brandingnya logonya memakai rumah sehat. Buat kita yang penting akta legal nya pakai apa," jelas Budi.

Menurut Budi, perubahan nama dari Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat hanya sebatas logo saja. “Di situ seperti perubahan logo sehingga memberikan pesan, logo itu kan artinya memberikan pesan,” kata dia.

Saat ditanya soal urgensi perubahan nama RS, Budi menyebut hal itu sesuai selera masing-masing, Kemenkes tidak bisa mengatur. 

"Itu masing masing lah, selera masing masing, kalau wartawan mau logo majalahnya masa Menkes yang atur," pungkasnya. 

Makjleb banget kan? (lip6)


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.