News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dendam Membara Konglomerat Hitam dan Fitnah Politik Identitas, Radikal, Intoleransi yang Selalu 'Diputar' Ulang

Dendam Membara Konglomerat Hitam dan Fitnah Politik Identitas, Radikal, Intoleransi yang Selalu 'Diputar' Ulang


Polarisasi politik marak di Pilpres 2019. Pertarungan Jokowi vs Prabowo membuat polarisasi politik lahir dan tumbuh kembali. 

Kerena Prabowo bergabung ke kabinet, maka polarisasi diarahkan ke Anies. Lagi-lagi, Anies menjadi sasaran tembak.

Tuduhan menggunakan politik identitas sebenarnya semakin masif setelah "Pulau Reklamasi" disegel. 13 pulau dihentikan untuk dibangun. 4 pulau yang terlanjur ada, 65 persennya diambil oleh Pemprov DKI.

 Inilah yang kabarnya membuat Suko Sudarso, tokoh berpengaruh di GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia) mengapresiasi keberanian Anies. 

Suko mengatakan bahwa Anies adalah seorang nasionalis sejati. Sulit mencari seorang gubernur yang berani menutup proyek mercusuar yang menabrak banyak aturan negara tersebut. 

Saat ini, ada dua tokoh yang muncul yaitu Anies dan Ganjar. Kalau keduanya nyalon di 2024, saya memilih Anies, tegasnya.

 "Kenapa pilih Anies?" tanya sejumlah tokoh GMNI. 

"Dia nasionalis sejati, " jawab Suko Sudarso dengan tegas. 

Padahal, Suko Sudarso adalah tokoh satu organisasi dengan Ganjar Pranowo, sama-sama dulu aktifis GMNI. 

Anda bisa bayangkan jika anda menjadi pengembang, mimpi dan rencana anda membangun 17 "Pulau Reklamasi" gagal. 

Proyek "Pulau Reklamasi" bukan hanya kepentingan pengembang. Proyek sebesar itu tidak akan mampu dikerjakan hanya oleh pengembang tanpa berkolaborasi dengan pihak-pihak yang kuat dan memiliki akses kekuasaan. Di situ ada sejumlah partai dan pejabat yang diduga terlibat.

Setelah pilgub DKI 2017 lahir partai baru dan sangat keras terhadap Anies Baswedan. Bukan hanya keras, fokus kerjanya terkesan hanya mencari-cari kesalahan dan berupaya menjatuhkan Anies. Anda silahkan cek, apakah ini ada hubungannya dengan "Pulau Reklamasi" yang disegel Anies?

Pasca penyegelan "Pulau Reklamasi", tuduhan "politik identitas, radikal dan Intoleransi" semakin masif dan sistematis. 

Publik menduga ini digerakkan oleh kekuatan dan kepentingan tertentu. Ada kepentingan bisnis besar yang terganggu oleh kebijakan Anies. 

Mereka "all out" jegal dan jatuhkan Anies. Semata-mata ini dilakukan karena kepentingan bisnis mereka terganggu.

Setelah ada upaya "menyuap" dan "bernego" diantaranya dengan uang 500 miliar gagal, Anies dihajar habis-habisan. Suap 500 miliar ini dibuka Anies. Dan anda bisa laporkan jika anda ragu atas pernyataan Anies yang videonya viral itu. Pembuktiannya di pengadilan, bukan ngegosip di medsos. 

"Konglomerat Hitam" akan melawan siapapun yang mengganggu kepentingan "bisnis ilegal" mereka. Saat ini, sasaran mereka adalah Anies. Karena Anies yang dianggap mengganggu kepentingan "bisnis ilegal" mereka. 

Dan anda, banyak yang dijadikan pion. Tidak tahu menahu soal bisnis ini, tapi masuk permainan dan genderang perang yang ditabuh oleh "konglomerat hitam". 

Anda ikut-ikutan membenci Anies. Dan tanpa anda sadari, anda bangga menjadi kelompok haters Anies. Keluguan, kepolosan dan ketidaktahuan anda dimanfaatkan oleh mereka untuk menyudutkan Anies. 

Meskipun fitnah politik identitas, radikal dan intoleran yang dituduhkan secara berulang ke Anies, selalu dengan mudah disangkal dengan fakta kebenaran. 

Padahal, Anies melawan mereka untuk kepentingan anda, untuk kepentingan bangsa ini, agar negara tidak terus menerus dikuras dan dirampok oleh para mafia bisnis ini. 

Silahkan anda catat, tulisan ini kelak akan anda benarkan setelah beberapa tahun Anies tidak lagi menjabat sebagai Gubernur. Semua akan terungkap. Hitam putih akan dibuka oleh sejarah. Apalagi jika Anies jadi presiden, isu intoleran dan radikal akan hilang setelah "para mafia bisnis" itu tak lagi punya kekuatan untuk menekan.

Salah besar kalau anda mengambil posisi bersama mereka dan memusuhi Anies. Mari berpikir jernih dan obyektif. Berpikir untuk keselamatan masa depan bangsa.

 Jangan terjebak pada "diksi menakut-nakuti" melalui isu intolerans, radikal, kadrun dan tuduhan rasis lainnya yang sengaja diciptakan oleh para konglomerat hitam untuk jegal Anies. (tr)

Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.