News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Antara Saulina Boru Sitorus dan Putri Candrawathi

Antara Saulina Boru Sitorus dan Putri Candrawathi



Lihat foto ini baik2, nama nenek ini adalah Saulina boru Sitorus. Usia 92 tahun. Di foto ini, dia baru saja divonis oleh hakim masuk penjara 1,5 bulan. Tok! Kejadian ini tahun 2018. 

Kenapa Saulina masuk penjara? Alasan yg sepele sekali. Ribut2 pohon durian ditebang, karena membangun tugu untuk makam leluhur. 

Lihat foto Nenek ini yang sedih. Kalian tahu tidak kasus ini? Wah, 99% tidak. Nenek ini menangis saat sidang, bilang ke hakim bahwa dia tdk tahu hukum saat menebang pohon itu, dia bilang sudah minta ijin, dll. 

 Hakim tetap TEGAS memvonisnya. Meskipun akhirnya dia tdk masuk penjara, karena sudah menjalani tahanan rumah dua bulan, tetap saja, dia susah payah harus menjalani proses pengadilan, dan divonis.

Komnas HAM, Komnas Perempuan kemana dulu? Coba tanyakan ke mereka. Apakah mereka mendadak heboh sekali seperti sekarang saat ngurusin istri Sambo?

Pernah tidak mereka bilang ke media jika nenek Saulina butuh perlindungan sebagai wanita. Butuh psikolog, dll? Keluarga nenek Saulina pernah tidak ditanya apakah mereka perlu dilindungi dari perundungan, bully? Pernah tdk mereka bikin pernyataan2 terkait Nenek Saulina.

Hukum di negeri ini benar2 ajaib. Siapa sih yg peduli saat rakyat kecil berurusan dgn hukum? Tapi giliran keluarga pejabat, semua mendadak jadi jubir, peduli, wow deh.

Jadi tolonglah kalian komnas2, kalian itu digaji pakai duit negara. Di negeri ini, alangkah banyak komisi2. Nyaris tiap urusan ada komisi nasional. Ada gunanya tidak? Coba jawab yg jujur. 

Atau komisi2 ini dibuat buat nambah lowongan pekerjaan saja?  Nah, jika kalian merasa berguna, tolonglah tunjukkan kerjaan kalian itu. 

Ribuan rakyat kecil harus susah payah berjuang menghadapi proses hukum. Sebagian dari mereka memang salah, tapi sebagian lagi hanya kasus sepele, tapi jika istri Sambo yg tersangka PEMBUNUHAN BERENCANA begitu dispesialkan, kenapa rakyat- rakyat kecil ini tidak?

*Tere Liye, penulis novel 'Negeri Para Bedebah'

**foto dari Tribun Medan


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.