News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Usai Serang dan Fitnah Anies, BuzzeRp Tiba-tiba Terdiam dan Makin Dungu!

Usai Serang dan Fitnah Anies, BuzzeRp Tiba-tiba Terdiam dan Makin Dungu!

 


BuzzeRp tiba-tiba terdiam. Setelah beberapa hari sebelumnya puas melancarkan fitnah ke Anies Baswedan terkait perubahan nama jalan di DKI Jakarta.

Berawal dari berita di sebuah media nasional yang menyebutkan perubahan STNK karena pergantian nama jalan, akan dikenakan biaya.

Secara serentak, isu tersebut jadi bahan menyerang Anies Baswedan.





Aksi buzzeRp tersebut tiba-tiba terhenti usai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi menyatakan perubahan 22 nama jalan di DKI Jakarta tidak berimbas kepada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) warga yang lama.

Firman menegaskan STNK warga DKI Jakarta yang sudah ada masih tetap berlaku. Namun, bagi warga yang hendak membuat STNK baru harus menggunakan alamat terkini.

"Gubernur DKI sudah mengganti namanya dan kebetulan yang memperpanjang pengesahan ini sudah ganti nama baru dicatatkan, tapi lembarannya sendiri itu tidak wajib diganti," kata Firman dalam siaran pers, Senin (27/6).

Firman juga memastikan pembuatan STNK baru itu tidak dipungut biaya. Pihaknya akan mengeluarkan surat edaran resmi terkait itu.

"Kepada rekan rekan yang nanti tempat tinggalnya berganti terus ganti STNK, tidak bayar lagi, tidak," ucap dia.

"Jangan sampai ada dikatakan kita menambah beban biaya masyarakat karena pelat nomor saja saya sudah bilang seperti itu, bertahap nanti pergantiannya," imbuhnya.

Sebelumnya, Kasubdit STNK Ditregident Korlantas Polri Kombes M Taslim Chairuddin mengatakan perubahan data pada dokumen STNK akan mengeluarkan biaya.

Hal itu disampaikannya seiring dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengubah nama 22 jalan di Ibu Kota. Kebijakan itu otomatis berdampak pada data dokumen kendaraan STNK dan BPKB.

Ia mengatakan biaya yang dikeluarkan itu untuk mengganti material STNK.

"Untuk STNK, harus diganti materialnya, otomatis PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) juga harus dibayar lagi," kata Taslim saat dikonfirmasi, Jumat (24/6). (cnn)


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.