Makin Kejang-kejang! BuzzeRp Bikin Spanduk Sendiri, Heboh Sendiri, Gila Sendiri, Tapi Kena Tampol Rame-rame


AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!:
Loading...

 


Segala cara dan upaya dikerahkan buzzeRp untuk mendiskreditkan event Formula E. Intensitasnya meningkat pesat seiring makin dekatnya ajang balap mobil listrik tersebut.

Dan seperti biasa, semua cara buzzeRp malah berbalik mempermalukan mereka sendiri.

Seperti spanduk protes yang mengatasnamakan warga Kapuk ini. Spanduk bertuliskan "Dari Pada Formula E, Mending Susu Formula untuk Anak Kite" ini disebarkan buzzeRp agar seolah-olah Pemprov DKI Jakarta hanya mementingkan Formula E.

Mirisnya, warganet semakin paham dengan sepak terjang buzzeRp yang monoton tersebut.

"Pasang sendiri. Poto sendiri. Ngetuit dehh. Irdeng (iri dengki) level tak terhingga. Saya warga DKI. Ga ada tuh yg kek gitu," tulis Momsqy menanggapi.

"Sekitar sy banyak pendukung pakdhe, ga ada tuh omongan gitu, soalnya kjp, kartu lansia dan berbagai kebijakan lainnya sangat membantu warga, saudaraku yg baru datang dari daerah aja bangga liat jis, keren, lebih keren dari gelora senayan," sambung Ka Inong.

"Warga dki happy happy aka. Naik angkot jaklingko keliling Jakarta gratis. Kjp plus. Kartu lansia. Bus tingkat gratis. Mau kemana Monas.kotatua.Ragunan.HI. Kota mane yg ade kayak dijakarta,Trotoar lega.mau jalan jalan ngg takut kesenggol mobil. Sore nongkrong di Sarina nyaman DLL Lgi," tambah Aida.

"Mending susu formula drpd Formula E? Sudah. Tiap bulan Pemprov DKI Jkt gelar program pangan bersubsidi utk hampir 1.5 juta warganya. Ada beras, daging sapi, daging ayam, ikan, telur & susu. #Anies #DKIJakarta Yg pasang spanduk pasti blm tahu," jelas Tatak Ujiyati.

"Mending duit spanduk wat bli otak d resto pdng," ketua Irmiku.

Sebelumnya, Co Founder Formula-E, Alberto Longo, mengaku puas bahkan kagum dengan sirkuit yang bakal dipakai.

"Bersama Alberto Longo, Co Founder Formula-E, memeriksa track di Ancol. Alhamdulillah, mereka semua terkagum-kagum dan terkesima dengan hasil kerja luar biasa oleh tim konstruksi," kata Anies di akun Instagram miliknya, Kamis (2/6/2022).

Dikutip dari laman resmi FIA Formula E, Sirkuit Jakarta memiliki panjang lintasan 2,37 km dengan 18 tikungan dengan arah lintasan searah jarum jam. Sirkuit ini punya lintasan lurus sepanjang 600 meter pada garis start/finish.

Ada banyak ruang untuk bermanuver pada Tikungan 1 (T1) sebelum pebalap akan diuji dengan berbagai tikungan. Tikungan paling rumit adalah ketika bertemu dengan T12 menuju ke T13 karena membentuk seperti jepit rambut dengan sudut tak lebih dari 30 derajat.

Pada tikungan terakhir, pebalap akan diuji dengan belokan ke kiri yang cukup membutuhkan rem. Karakter sirkuit ini yang membuat lintasan semakin menantang untuk para pembalap.

Anies juga menyempatkan diri untuk membahas berbagai hal dengan pembalap Formula E. Termasuk di antaranya mengenai transportasi dan perubahan iklim, yang menjadi alasan di balik bergulirnya Formula E.

“Kita ngobrol panjang dari soal Jakarta, soal transportasi soal tantangan perubahan iklim sampai soal usaha memperbanyak kendaraan yang ramah lingkungan,” tulis Anies.

Tak hanya itu, Anies juga membahas strategi balap yang bakal dipakai oleh pembalap. Maklum, balapan akan berlangsung dalam kondisi panas, sehingga manajemen baterai akan sangat penting.

“Senang bisa ngobrol leluasa dengan para pembalap itu. Dari ngobrol-ngobrol dengan mereka semalam makin mengkonfirmasi bahwa mengemudikan mobil Formula E itu lebih rumit (dibanding Formula 1) karena harus memperhitungkan energi baterai,” ujarnya. (wbc)

Baca Juga
AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!!!:
Loading...