Jokowi Pamer Mobil Listrik Hyundai, Padahal Dahlan Iskan Sudah Berdarah-darah Perkenalkan Produk Lokal Sejak 2013


AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!:
Loading...

Presiden Indonesia, Joko Widodo dengan bangga memperkenalkan mobil listrik Genesis dari Hyundai. Mobil listrik ini nantinya akan menjadi mobil resmi di ajang KTT G20 di Bali.

 "Menuju Kawasan Industri Terpadu Batang dengan mengendarai mobil listrik Genesis dari Hyundai. Suaranya nyaris tidak ada. Mobil listrik Hyundai jenis Genesis G80 akan menjadi mobil resmi KTT G20 di Bali, bulan November nanti," tulis Jokowi di akun media sosialnya.

Padahal, Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) di era SBY, Dahlan Iskan pernah  memamerkan 16 mobil listrik hasil karya anak bangsa pada forum APEC Summit 2013 di Nusa Dua, Bali. 

Saat itu, Dahlan menjelaskan, mobil listrik yang dipamerkan sudah di sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan. Sehingga, mobil sudah siap digunakan saat APEC berlangsung nanti.

Salah satu mobil listrik yang dipamerkan Dahlan adalah Selo. Dahlan mengklaim mobil listrik terbarunya itu lebih canggih ketimbang Tucuxi, mobil listrik sport yang hampir merenggut nyawanya saat menabrak tebing di Magetan.


Mobil Listrik Dahlan Dipersulit dan Digagalkan di Era Jokowi

Di era Jokowi, tepatnya tahun 2015, sebanyak 10 unit mobil listrik dari hasil proyek Dahlan Iskan disita oleh tim Penyelidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung. 

Kesepuluh mobil sitaan tersebut termasuk dalam 16 mobil bertenaga listrik yang diproduksi guna unjuk gigi hasil karya anak bangsa dalam acara bergengsi yang diikuti negara-negara se-Asia Pasific atau APEC tahun 2013 lal

Sarjono Turin, selaku Kepala Sub Direktorat Penyelidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, memaparkan bahwa 10 mobil listrik sudah disita secara resmi. Adapun 1 dari 10 mobil yang sudah disita rencananya akan diboyong ke kantor Kejaksaan Agung guna dijadikan alat pemeriksaan dan bukti. 

Alasan mengapa tidak semua mobil bakal diboyong lantaran Turin secara pribadi mengaku kebingungan bagaimana cara menyita mobil yang sebenarnya tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya itu. Padahal sudah diterangkan sebelumnya, mobil-mobil listrik tersebut masih tahap prototype.

“Sampai saat ini mobil yang dimaksud masih berada di lokasi. Rencananya sore nanti baru akan diangkut. Kami akan tunjukkan kepada masyarakat bahwa mobil tenaga listrik hasil karya anak negeri tersebut tidak bisa dimanfaatkan tapi dibayar mahal sebesar dua milyar rupiah,” ujar Sarjono Turin tendensius. 

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Sarjono Turin juga diketahui delapan unit mobil yang disita berjenis bus listrik sementara dua unit lainnya berjenis MVP. Penyitaan dilakukan di sebuah bengkel yang beralamat di Jati Mulya, Kampung Sawah, Depok, Jaber, yang merupakan bengkel milik Dasep Ahmadi. Adapun setiap unit mobil dibanderol dengan harga dua milyar rupiah. Harga tesebut sudah mencakup surat-surat kepemilikan dan juga pajak. Sementara pihak pengembang tinggal terima kunci mobi

Akan tetapi, dari hasil penyelidikan, Sarjono Turin menjelaskan bahwa ada mobil listrik yang tidak lolos uji emisi dan uji kelayakan.  

“Mobil listrik tersebut tidak aman digunakan di jalanan umum. Kecepatan maksimum mobil hanya boleh sampai 29 km/jam saja. Bila mobil dipaksakan berjalan dengan kecepatan tinggi lebih dari 70 atau 80 km/jam, maka mobil bisa mengalami overheat,” tambah Turin.

Mobil listrik? Uji emisi? What the f**k!

Baca Juga
AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!!!:
Loading...