ASLI!!! Belum Semenit, Jokowi Sudah Mengingkari Ucapannya Sendiri


AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!:
Loading...

 


Isi kata sambutan Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah (Rakornas PIP) Tahun 2022, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/06/2022), menuai kritikan. 

Pasalnya, Jokowi mengingkari ucapannya sendiri. Dan hal itu terjadi dalam 42 detik, seperti potongan video yang dibagikan warganet. 

"Saya dapat telepon dari seorang perdana menteri, nggak usah saya sebutkan. Beliau meminta-minta betul, Presiden Jokowi, tolong dalam sehari dua hari ini, kirim yang namanya minyak goreng," kata Jokowi, berjanji tidak menyebutkan nama.

"Stok kami betul-betul sudah habis. Dan kalau barang ini tidak datang, akan terjadi krisis sosial, ekonomi dan berujung ke krisis politik. Dan itu sudah terjadi, di negara yang namanya Sri Lanka," lanjutnya. Plus menyebutkan secara gamblang nama Sri Lanka.

Protes keras datang dari politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana.

"Dia omongannya dua detik sebelumnya aja nga ingat begini. Gimana orang2 bisa percaya sama dia ya? #Heran," tulis Panca di akun Twitternya @panca66, disertai potongan video pidato Jokowi.

Warganet pun menanggapinya dengan komentar beragam.

"Wkwkwk Iya sih ga nyebut nama orangnya tapi udh nyebut nama negara nya 😅. Yg bikin lebih heran msh banyak yg memujanya," sambung Bung Aji.

"Kasih prolog ingin ditutupi, tapi saking GATEL ingin membocorinya juga. Jangan heran. He is MAN OF CONTRADICTION in every way. 🤣," tambah Sulaiman.

Di acara yang sama, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) mengawal kedisplinan instansi pemerintah serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam memenuhi target belanja produk dalam negeri.

“Sekali lagi saya minta untuk terus mengawal secara konsisten. Jaga kepatuhan kementerian, lembaga, pemda (pemerintah daerah), BUMN, BUMD, agar memenuhi target belanja produk dalam negeri. Berikan sanksi yang tegas untuk ini,” ujar Presiden.

Presiden pun menekankan agar penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dioptimalkan untuk pembelian produk dalam negeri bukan barang impor.

“Jangan sampai kita ini memiliki APBN Rp2.714 triliun, memiliki APBD Rp1.197 triliun belinya produk impor, bukan produk dalam negeri. Sedih, ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak, baik PPn, PPh Badan, PPh Perorangan, PPh Karyawan, dari pihak ekspor, dari PNBP, dikumpulkan dengan cara yang tidak mudah, kemudian belanjanya belanja produk impor,” ujarnya.

Dan lagi-lagi, ucapan Jokowi selalu bertolak belakang dengan kenyataan. Apes deh...

Baca Juga
AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!!!:
Loading...