News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Adem Banget... Begini Nasehat dr Eva Chaniago Buat Owner Babiambo yang Jual Rendang Babi

Adem Banget... Begini Nasehat dr Eva Chaniago Buat Owner Babiambo yang Jual Rendang Babi

 


Aktivis dan penggiat media sosial, dr. Eva Sri Diana Chaniago ikut menanggapi viralnya menu rendang babi di restoran Babiambo. Dokter spesialis paru-paru tersebut memberikan nasehat yang adem banget buat owner Babiambo dan juga seluruh generasi muda di Indonesia.

"Kehidupan kita sdh cukup rumit Bro. Pandemi, kebijakan Ekonomi, Isu SARA, kehidupan Politik sudah cukup membuat kehidupan rakyat menjerit. Semua jadi sensitif," jelas dr Eva Chaniago.

"Jadi jgn picu permusuhan, tapi eratkan persatuan. Demi Bangsa & Negara, jk mmg Cinta Indonesia 😊," lanjutnya di akun Twitter @DrEvaChaniago.

Sebelumnya, Sergio, pemilik restoran online Babiambo mengklarifikasi terkait menu rendang babi yang dijual secara online. Dia menegaskan tidak bermaksud untuk menghina atau melecehkan budaya masyarakat Sumatra Barat.

"Saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya. Pertama buat pihak-pihak yang merasa tersinggung karena ini, soalnya benar-benar enggak ada maksud untuk menyinggung," kata Sergio saat ditemui wartawan di kediamannya di Jakarta Utara, Jumat (10/4/2022).

Dia tidak menyangka usaha yang dia pasarkan di salah satu aplikasi ojek online menyebabkan kegaduhan.

"Karena keterbatasan knowledge kita juga, kalau ternyata ini akan menyinggung ke arah sana, saya menyesal banget, kalau tahu dari awal bakal begini tidak akan kita lakuin," ujarnya.

Dia menjelaskan pemilihan rendang olahan babi di usahanya, karena kegemarannya terhadap masakan Padang.

"Saya pribadi suka bangat sama masakan Padang, seminggu minimal sekali saking cintanya," kata dia.

Di samping itu, pemilihan nama Babiambo, kata Sergio, untuk memudahkan konsumen mengetahui menu di restoran daringnya merupakan makanan non halal.

"Karena kita enggak mau nanti ada orang yang makan enggak itu ada mengandung babinya. Jadinya kita mau enggak secara menu harus secara eksklusif ditulis ada babinya," tulis Sergio.

"Dan kenapa Padang, kami kepikiran saja idenya, gimana caranya menyampaikan ke publik bahwa ini tuh sesuatu yang mereka biasa makan di suasana Padang. Masakan-masakan seperti gulai, bakar atau rendang yang bisa didesain secara dari istilah semua orang paham, ketika denger Padang diasosiasikan dengan rendang, gulai dan lain-lain, hanya untuk publikasi sebenarnya," sambungnya.

Di sisi lain, Sergio mengungkapkan, restoran online miliknya sudah tidak beroperasi sejak 2020, bahkan hanya bertahan selama sekitar kurang lebih tiga bulan. (int)


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.