Maksud Hati Mau Salahkan Anies, Namun Sindiran Pintar dr Eva Chaniago Menguak Kedunguan Politikus PSI


AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!:
Loading...

 


Dokter sekaligus aktivis yang peduli terhadap penderitaan rakyat, dr Eva Sri Diana Chaniago memberikan sindiran terhadap komentar politikus PSI, yang juga Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI William Aditya Sarana.

Sambil menyindir Pemprov DKI Jakarta, William menyesalkan peristiwa terbakarnya Pasar Gembrong, Jakarta Timur pada Minggu (24/4/2022) malam.

"Padahal, tahun lalu masih 370 kejadian. Kami heran. Kok kebakaran ini terus berulang dalam waktu yang singkat? Padahal Jakarta belum masuk musim kemarau,” tanya William seraya meminta agar Gubernur Anies Baswedan segera menuntaskan Peratutan Gubernur terkait relawan kebakaran.

Pertanyaan absurd William tersebut bikin heran dr Eva Sri Diana Chaniago. Wanita berdarah Minang itu pun memberi sindiran pintar namun menohok.

"Tanya sama apinya, kenapa kamu kok bikin kebakaran terus, padahal Jakarta belum musim kemarau ? Gitu aja kok repot 😂😂," ketus dr Eva.

 Ternyata tanggapan dr Eva juga memantik komentar lucu dan menyindir dari warganet lainnya.

"Suruh tanya juga kerumput yg bergoyang, padahal ga musim dangdutan😂," sambung Irfan.

"Tanya ke neng tsam dong kok rambutnya merah padahal belum kebakar," tambah Sammy.

"Api tak kenal musim,,kapan dia mau bakar ya bakar," ujar Syafi'i.

Sebelumnya, sebanyak 400 bangunan yang terdiri dari rumah dan pertokoan, ludes terbakar di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, Minggu (24/4/2022) malam.

Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan, luas area terbakar sekitar 1.200 meter persegi.

"Objek terbakar 400 bangunan terdiri dari rumah dan pertokoan di RT 2, 3, 4, 5 dan 6 RW 01," kata Gatot Sulaeman di Jakarta, Senin (25/4/2022).

Menurut dia, akibat peristiwa kebakaran itu kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. Kebakaran tersebut diduga terjadi karena korsleting listrik dari salah satu rumah warga, bukan karena musim.

"Pemilik rumah teriak terjadi kebakaran dan warga berusaha memadamkan api, namun api cepat sekali membesar dan merembet ke sekitarnya karena bangunan sekitar terbuat dari kayu," ujar Gatot.

Dia menambahkan pihaknya pertama kali mendapat laporan kebakaran itu sekitar pukul 21.06 WIB.

Sebanyak 32 unit mobil pemadam kebakaran dari Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dengan 130 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Luasnya area yang terbakar membuat proses pemadaman berlangsung lama.

"Awal pemadaman tadi pukul 21.17 WIB dan pukul 04.30 WIB masih dalam proses pendinginan," katanya. (wbc)

Baca Juga
AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!!!:
Loading...