News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Edy Tinggal Rapat Paripurna demi Temui Mahasiswa, Tanggapannya Bikin Panas Kuping Pemerintah Pusat!!!

Gubernur Edy Tinggal Rapat Paripurna demi Temui Mahasiswa, Tanggapannya Bikin Panas Kuping Pemerintah Pusat!!!

 


Ratusan mahasiswa tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Kota Medan menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumatera Utara, di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan. Para mahasiswa menyuarakan salah satunya penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).


"Selain itu, menolak kenaikan harga sembako dan usut mafia dan kelangkahan minyak goreng," kata salah seorang kordinasi aksi, Samuel Pardosi, Kamis, 14 April 2022.



Tak lama unjuk rasa berlangsung, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menemui para mahasiswa pendemo. Kehadiran Edy ditemani Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting.

Kebetulan saat itu, Edy tengah menghadiri rapat paripurna DPRD terkait hari jadi ke-74 provinsi Sumut. Usai mengikuti paripurna tersebut, Edy langsung turun dan menyambangi massa unjukrasa tersebut. 

"Anak-anak sekalian yang saya sampaikan. Apresiasi saya, bahwa kalian mempunyai kepedulian. Kalian anak muda, dengan intelektual yang dimiliki. Kalian sudah peka melihat situasi ril bangsa ini," kata Edy di hadapan massa aksi.

Edy juga menyemangati massa agar terus berjuang menyuarakan jeritan masyarakat atas kebijakan pemerintah pusat yang sontoloyo dan amburadul serta tidak pro rakyat 

"Terus kalian melakukan ikhtiar ini, kalian berdoa, bersama sama kita sejahterakan rakyat kita," tandasnya.

Edy mengatakan dirinya bersama Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting siap mendengarkan aspirasi dan tuntutan dari mahasiswa.

"Menyampaikan pendapat, tidak ada yang lain. Yang tepat kalian sampaikan, pertama saya selaku eksekutif dan kedua selaku legislatif," sebut mantan Pangkostrad itu.

Pun, Edy sempat membaca tuntutan yang tertuang dalam selembar kertas dari massa aksi kepada dirinya. Dari poin itu, setidaknya ada empat tuntutan yang disampaikan para pendemo.

Menurut Edy, dari empat tuntutan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut sudah berbuat terkait kelangkahan minyak goreng.

"Ada 4 tuntutan, sudah kita kerjakan nomor 4. Kita terus mencari penyebab dan kenapa. Secara intelektual lain kita bahas," sebut mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Namun, untuk tiga tuntutan lain, Edy berjanji akan meneruskannya ke pemerintah pusat.  Karena itu semua kebijakan Jokowi beserta kabinetnya.

"Ada tiga yang akan kita sampaikan, karena ketiga ini, sangat berpengaruh kali sama masyarakat kita. Kami akan terus gedor," ujarnya. (wbc)


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.