News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Cebong Centang Biru dan Abal-abal Alergi dengan Data Seperti Ini

Cebong Centang Biru dan Abal-abal Alergi dengan Data Seperti Ini

 


Seorang warganet bernama Ardy dengan nama akun twitter @aRdy_NET memaparkan data terkait impor jagung. Paparannya tersebut menanggapi keluhan Jokowi.

Berikut data dan fakta yang ditakuti cebong Centang biru hingga cebong abal-abal :

Pada 2015, awal pemerintahan Anda pak @jokowi, pertumbuhan produksi jagung di NTB tertinggi mencapai 1,01 juta ton / naik 26% dari 2014 : 760 ribu ton. Tidak terserap Bulog. Anehnya saat itu ada rencana impor dng hrg Rp3000/kg, disaat hrg jagung lokal di kisaran Rp1600/kg

Kedele, tanya ke Mentan, brp hasil panen tuk setiap hektarnya agr tdk ber-stetmen ngawur. Produktifitas tanam Kedelai kita sgt rendah; kendala lahan, bibit dsb. tdk mungkin menguntungkan. Siapa yg mau tanam kalau jelas2 akan merugi. Presiden itu beri solusi bkn ngomel tak berisi.

Cobalah Anda tak hanya bermain narasi spt itu di penghujung kepemimpinan Anda ini, buat petani bisa tersenyum. Anda sangat paham bahwa Jagung itu mudah ditanam, namun Anda juga tentunya sangat mengetahui bahwa Hama utama komuditi pangan adalah IMPOR yg dilakukan mafia pangan.

Jika jajaran kementrian terkait tak mampu memberikan data valid, saya dpt berikan bagaimana Vietnam mengelola sektor pertanian mrk hgg mampu menjadi tulang punggung perekonomian negara. Bagaimana Thailand mengelola Petani Tebu&Pabrik Gula mrk hgg  menjadi primadona importir RI.

Bagaimana Vietnam dgn segala keterbatasannya mampu mengangkat sejarah perang mrk menjadi atraksi wisata yg mendatangkan devisa besar. Bagaimana Turki yg dahulu belajar mengelola pariwisata ke RI kini banjir kunjungan wisatawan dari Indonesia. Kita sgt tertinggal di era Anda ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak habis pikir dengan komoditas pangan yang kerap diimpor dari luar negeri. 

Padahal, Indonesia mampu untuk menanam sendiri.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Kurangi sebanyak-banyaknya produk impor," kata Jokowi, Kamis (28/4/2022).

Jokowi mencontohkan misalnya seperti komoditas jagung. 

Jokowi mengaku heran, pasalnya komoditas tersebut seharusnya bisa dipenuhi pasokannya di dalam negeri tanpa perlu membuka keran impor. (wbc)


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.