Bikin Laporan Kehilangan Motor ke Polisi, Eh... Malah Disuruh Cari dan Tangkap Sendiri


AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!:
Loading...

 


Slogan Presisi (prediktif, responsibilitas, transparasi, dan berkeadilan) yang selalu digaungkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ternyata tidak terdengar hingga ke bawah. Buktinya, masih ada saja laporan penyelewengan kewenangan oleh polisi yang terjadi dari kota hingga ke pelosok desa.

Untungnya, warga Indonesia memiliki stok ikhlas dan sabar yang lumayan banyak. Daripada memperpanjang masalah, kebanyakan warga ikhlas dan sabar jika barangnya dicuri orang ketimbang melaporkannya ke polisi.

Seperti curhat seorang warga Medan kepada media ini. Sebut saja namanya Joni. Pria 39 tahun ini bercerita tentang pengalamannya kehilangan sepeda motor di kawasan Polsek Sunggal.

Ia pun melaporkannya ke kantor polisi.

"Aku bayar Rp250ribu untuk buat laporan kehilangan sepeda motor, bang. Namun dari hari ke hari, tak ada perkembangan kasusnya," terang Joni.

Tak mau menunggu lama, Joni melacak motornya yang hilang melalui lapak jual beli di Facebook.

"Aku pun berusaha mencarinya via media sosial. Dapat! Kutengok ada yang jual motorku di Facebook," ujarnya.

Usai memastikan motor tersebut kepunyaannya, Joni pun melakukan nego hingga disepakati titik lokasi jumpa.

"Setelah dinego, akhirnya si penjual motorku ini mengajak jumpa di kawasan Lubuk Pakam. Aku pun mendatangi Polsek Sunggal untuk melaporkannya. Maksudku, supaya ada anggota polisi yang ikut. Biar sekalian ditangkap," sambung Joni.

Sayangnya, jawaban dari pihak kepolisian bikin panas kuping Joni. 

"Eh, bapak itu malah nyuruh aku yang nangkap sendiri. Dia cuma bikinin surat pengantar. Alasannya, lokasinya terlalu jauh. Udah betekak (ribut) juga aku bang. Tapi nggak digubrisnya," ujar Joni lagi.

"Padahal, waktu tenaga pikiran dan uangku dah habis buat ngurus. Tapi endingnya bikin palak (emosi). Kucabut ajalah laporannya, minta duit lagi pulak dia. Dasar k@###l," katanya.

Sebenarnya, kisah yang dialami Joni ini, juga dialami banyak warga. Mereka akhirnya mundur teratur. Apalagi yang punya jika finansialnya sangat terbatas.

Meski demikian, masih banyak polisi-polisi baik di negeri ini. Tapi... Susah jumpainya... (wbc)

Baca Juga
AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!!!:
Loading...