Yang Hadir Hanya Belasan, Wajahnya Lemas Semua, Tapi Koordinator Ini Bilang : Ada 90juta Rakyat yang Setuju Jokowi 3 Periode !!!


AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!:
Loading...

 


Dukungan penambahan masa jabatan untuk Presiden Jokowi terus bermunculan. Kali ini datang dari mereka yang menyebut diri sebagai Masyarakat Peduli Masa Depan Indonesia (MPMDI). 

Dari pengamatan, relawan yang datang hanya belasan orang. Raut wajahnya pun terlihat lemas dan gesturnya tak bersemangat. 

Namun kordinator MPMDI, Hari Suhud, tetap berapi-api. Ia menyatakan bahwa ada 40 persen masyarakat Indonesia yang mendukung gagasan Jokowi tiga periode.

 Dia optimistis Jokowi bisa maju pada pemilihan presiden dan menjabat untuk periode ketiga. 

"Berdasarkan survei, 40 persen masyarakat Indonesia setuju Jokowi tiga periode. Kita ibaratkan pemilih di Indonesia ada 200 juta, 40 persen dari 200 juta itu 90 juta. Itu dari suara masyarakat, belum lagi dari suara elite. Jadi semakin kelihatan hilalnya bahwa Jokowi tiga periode akan terwujud," kata Hari melalui keterangan persnya, Kamis, 24 Maret 2022. 

Hari mengaku akan terus menyampaikan aspirasi kepada MPR. Dia mengatakan masyarakat saat ini membutuhkan kerja nyata Jokowi.

 "Jadi MPMDI tetap optimistis dengan kerja-kerja kerakyatannya, kerja-kerja kesukarelaannya, sehingga pada akhirnya kami dapat menyampaikan aspirasi ini kepada MPR karena yang punya wewenang MPR, bukan MPMDI," katanya. 

Dorong Penundaan Pemilu 2024 Hari juga mendorong dan mendukung penundaan pemilu 2024. Menurutnya, ide itu sangat tepat agar agenda-agenda yang belum diselesaikan oleh Jokowi bisa terselesaikan.

 "Kami dari Masyarkat Peduli Masa Depan Indonesia Kabupaten Garut akan terus mendorong dan menyampaikan aspirasi ini kepada partai pendukung pemerintah saat ini biar satu suara dan merespons keinginan masyarakat yang ada di daerah daerah," lanjutnya. 

Dia berharap para pucuk pimpinan partai pendukung Jokowi mendengar aspirasi masyarakat yang ada di bawah. Selain itu, ia mendorong mereka untuk membahas amandemen Undang-Undang Dasar 1945.

 "Biar polemik ini tidak berlarut-larut, apalagi Indonesia ini sudah mulai mau bangkit yang selama ini kita ditimpa virus yang sangat mematikan," katanya. (vv)


Baca Juga
AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!!!:
Loading...