News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Usai Perkosa Siswi SMP, AKBP Mustari Laporkan Orangtua Korban

Usai Perkosa Siswi SMP, AKBP Mustari Laporkan Orangtua Korban

 


Oknum Polisi di Sulawesi Selatan, AKBP Mustari tak tinggal diam usai dipecat tidak hormat dan dijadikan tersangka kasus pemerkosaan remaja putri. Perwira Polda Sulsel itu resmi melaporkan balik orang tua (ortu) korban atas tuduhan pemerasan.

Laporan AKBP Mustari ditandai dengan surat tanda terima laporan polisi dengan nomor STTLPSTTLP/B/245/III/2022/SPKT Polda Sulsel. Laporan itu dibuat AKBP Mustari melalui kuasa hukumnya, Erwin Mahmud pada Jumat (11/3) malam.

Kepada wartawan, Erwin mengatakan pihaknya mempidanakan orang tua korban berinisial AR. AR dituding kerap meminta uang ke AKBP Mustari setelah mengetahui putrinya diduga diperkosa.

"Untuk sementara kita laporkan tindak pidana pemerasannya," ujar Erwin Mahmud di SPKT Polda Sulsel, Jumat (11/3/2022) malam.

Menurut Erwin, terlapor AR pada dasarnya sudah mengetahui dugaan pemerkosaan tersebut. AR dituding memanfaatkan situasi korban dengan cara kerap meminta sejumlah uang ke AKBP Mustari.

"(Terlapor) meminta sejumlah uang dan kami merasa dirugikan adanya tuduhan pidana, kami juga merasa jadi korban," kata Erwin.

Erwin juga menyinggung sejumlah uang yang diterima AR. "Transfer-an itu awalnya Rp 200 ribu sampai ada Rp 2,5 juta menurut info klien kami," sebut Erwin pada Rabu (9/3) lalu.

Tak hanya pidana pemerasan, Erwin mengklaim pihaknya juga segera membuat laporan polisi soal penempatan keterangan palsu dan pencemaran nama baik di kasus ini.

"Dan kami akan menyusul laporan tindak pidana menempatkan keterangan palsu dan pencemaran nama baik di bagian Krimsus dan itu nanti akan segera laporkan dalam bentuk surat pengaduan," sambung Erwin.

Sebelumnya, AKBP Mustari terbukti 12 kali memperkosa siswi SMP. Hal itu terkuak saat keterangan korban dibacakan dalam sidang kode etik.

Tim penuntut dalam sidang kode etik mengungkap hasil pemeriksaan atau BAP korban. Di dalamnya turut disinggung soal rentetan dugaan pemerkosaan total sebanyak 12 kali.

"Pada bulan Oktober 2021 sampai dengan 25 Februari 2022 Mustari melakukan hubungan badan layaknya suami istri dan perbuatan cabul (total 12 kali) terhadap saksi (korban)," kata Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Agoeng Adi Koerniawan selaku penuntut di sidang kode etik, Jumat (11/3). (dtk)

Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.