Pawang Sakti di Mandalika Ini Bantah Keterangan Menteri Jokowi, "Mereka tidak tahu yang sebenarnya!"


AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!:
Loading...

 


Untuk mengendalikan hujan dan panas dalam ajang MotoGP Mandalika 2022 di Sirkuit Mandalika, seorang pawang hujan didatangkan. Namanya Raden Roro Istiati Wulandari.

Kawasan Kuta, Lombok Tengah, lokasi Sirkuit Mandalika, diterjang hujan cukup deras pada Jumat (18/3) pagi. Dari tempat CNNIndonesia.com menginap di Desa Gerupuk, tampak awan hitam pekat menggantung di langit sekitar sirkuit.

Dari sebuah tenda putih ukuran 5x6 meter, seorang wanita berkaos hitam dengan rambut terikat sedang berkhidmat. Sudah sejak pukul lima pagi ia berada di tenda yang tak jauh dari pintu masuk utama Sirkuit Mandalika itu. Ia sendiri bermunajat kepada yang Kuasa.

Sekitar pukul delapan pagi, hujan reda. Cahaya matahari mulai bertakhta. Sejam berikutnya deru mesin motor yang dipacu kencang terdengar mendesing. Sesi tes praktis atau FP1 Asian Talent Cup pun dimulai tepat pada waktunya.

Saat itu empat buah dupa besar sudah disulut. Satu di dalam tenda, satu tepat di depan tenda, dan dua di kubangan air kecil yang sengaja dibuat, di mana terdapat sejumlah sesajen. Beberapa dupa kecil juga dinyalakan.

"Saya sendirian di sini. Sempat akan ada pawang hujan lain, tapi saya menolak. Saya tidak mau. Akhirnya disetujui. Saya mau bantu MotoGP Mandalika demi nama baik Indonesia," kata Rara saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Wanita yang lahir di Papua dan mengaku sebagai penganut aliran kepercayaan kejawen ini mengatakan sudah berada di Lombok sejak 3 Maret. Ia ikut bertugas mengawal proses pengaspalan Sirkuit Mandalika sebagaimana diminta Dorna.

Sekitar pukul 10, saat berlangsung F1 Moto2, telepon genggam Rara berbunyi. "Ada arahan baru," katanya. "Jangan panas, tapi mendung."

Ia langsung bergegas melakukan ritual kembali. Segenggam dupa ia nyalakan dan ditancapkan keempat titik. Kayu bakar yang sudah nyala dalam jarak lima meter dari tenda ditambah dengan arang.

Sejurus kemudian dua orang lelaki datang. Satu paruh baya dan pemuda, Haji Lalu Rama dan Daang. Mereka adalah asisten yang membantu Rara memenuhi segala kebutuhan dan permintaannya.

Daang misalnya, diminta menyalakan rokok dan ditancapkan ketiga titik. Sebelum itu pemuda yang saat World Superbike (WSBK) bertugas menjadi marshal ini diminta membaca surat Alfatihah tiga kali, Al Falak sekali, dan Al Ikhlas tiga kali.

Belum genap setengah jam, telepon Rara berdengung lagi. Diangkat dan dengan agak tergesa ritual baru dilakukan. Api unggun dimatikan. Ternyata ada permintaan agak cuaca tidak panas, melainkan gerimis.

Tak lama setelah itu Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria datang ke tenda Rara. Ia ditemani dua asisten dan supir. Sekitar 10 sampai 15 menit Priandhi berbincang. Setelah menerima telepon, Priandhi pergi kembali ke sirkuit.

"Diminta agar tidak panas, ruam-ruam kuku saja. Hujan, tapi tidak sampai banjir," kata wanita yang pernah diminta PSSI memodifikasi cuaca dalam ajang Piala Asia U-19 2018 tersebut.

"Orang menyangka pawang hujan cuma buat tangkal hujan. Mereka tidak tahu yang sebenarnya. Ada pawang hujan kok hujan. Padahal memang permintaannya ya hujan agar tidak panas. Saya sih sudah siap ditertawakan," ujarnya.

Mengenai anggapan bahwa pawang hujan melawan takdir yang Maha Kuasa, Rara tidak berpikir demikian. Menurutnya Tuhan maha baik, sehingga hambanya punya kesempatan untuk meminta apa yang diinginkan.

"Tuhan itu maha baik. Hujan atau tidak itu kuasa Allah. Saya hanya meminta saja. Semua ini demi kebaikan Indonesia yang sedang melaksanakan MotoGP Mandalika 2022. Kita harus sukseskan acara ini," ujarnya.

"Untuk hari ini perintahnya tidak hujan, tidak panas, tapi ruam-ruam kuku. Perintahnya itu datang per jam lewat telepon," kata Rara seraya meminta izin pergi dari tenda karena akan ada ritual di luar sirkuit.

"Yang penting saya tidak boleh jauh sekitar dua kilometer dari sirkuit. Kalau saya ke pantai akan panas nanti," ujarnya meninggalkan tenda di Sirkuit Mandalika.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menegaskan tidak akan menyewa pawang hujan saat gelaran MotoGP Mandalika pada 18 hingga 20 Maret mendatang. 

Sandiaga Uno lebih memilih menggunakan taknologi, karena berkaca dari beberapa acara sebelumnya, seperti WorldSBK Mandalika tahun lalu.

"Jadi, ini yang terus kita upayakan dengan TMC, Teknologi Modifikasi Cuaca. Jadi melibatkan BMKG dan TNI AU. Kita Harapkan bisa membantu mitigasi situasi," ujar Sandiaga Uno dalam rapat kerja Komisi X DPR RI.

(CNN Indonesia)

Baca Juga
AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!!!:
Loading...