News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Malunya Luar Biasa!!! Klaim Luhut Dibantah Ahlinya Big Data Indonesia, "Mungkin Datanya Di-markup 1000x"

Malunya Luar Biasa!!! Klaim Luhut Dibantah Ahlinya Big Data Indonesia, "Mungkin Datanya Di-markup 1000x"

 


Klaim Luhut Binsar Pandjaitan yang menyebut ada 110juta warganet yang menginginkan agar jabatan presiden Jokowi diperpanjang, Ismail Fahmi.

Ahli informatika yang menciptakan aplikasi Drone Emprit tersebut dalam sebuah keterangan tertulis menyebutkan data yang disebutkan Luhut diduga sudah Di-markup hingga 1000x. 

"Sumber klaim data 110 juta netizen bicara soal presiden 3 periode atau perpanjangan itu dari mana?🤔 Kalau dari Lab45 sendiri, hanya 10.852 akun Twitter yg terlibat pembicaraan presiden 3 periode, mayoritas nolak. Sesuai data Drone Emprit. 👍," tulis alumni S-3 di Universitas Groningen, Belanda itu di akun Twitternya, Sabtu (12/03).

"Ralat: 10.852 itu adalah akun yg turut bicara plus yg dimention meski ndak ikut bicara. Contoh akun SBY, tidak ikut bicara, tp ada dalam SNA karena dimention. Jadi sy kira yg AKTIF dlm percakapan kurang dr jumlah di atas," lanjutnya.

Ismail Fahmi pun memaparkan data pengguna media sosial di Indonesia. Mulai dari Twitter, IG dan FB.

"Dari 18juta user Twitter +62, hanya sekitar 10 ribu yg aktif bicara soal perpanjangan masa jabatan ini. Atau hanya 0.055%. Padahal user Twitter paling cerewet soal politik. Apalagi user kanal lain spt IG, FB, persentase bs lbh sedikit. 110 juta sptnya impossible," paparnya.

"Pengguna FB Indonesia tahun lalu 140 juta. Asumsi 0.055% juga bahas isu ini, hanya dapat 77 ribu akun. Markup 10x = 777 ribu. Markup 100× = 7,7 juta. Markup 1000x = 77 juta. Jadi impossible ada 110juta yg ikut aktif bicara, kecuali dimarkup 1000x lebih datanya," jelas Ismail lagi.

Ismail Fahmi


Mendapat penjelasan super valid dari ahlinya, warganet pun menyayangkan klaim Luhut yang sembrono dan dinilai terlalu memaksakan perpanjangan jabatan presiden.

"110 juta netizen itu sepertinya lebih mewakili Big Dusta. Karena Big Data sesungguhnya nya hanya < 11,000 netizen. Mungkin 110 jt itu adalah jumlah pengguna WA di operator gsm terbesar. 😄," komentar Setiadji Sunarsan.

 "Terima kasih bro @ismailfahmi atas informasi ini. Terus terang saya muak dgn mereka yg memanipulatif data demi kepentingan pribadi," sambung Khatib Latief.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan berbicara tentang wacana penundaan pemilu hingga jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diperpanjang. Luhut mengklaim punya data aspirasi rakyat Indonesia yang menginginkan penundaan Pemilu 2024.

Hal itu disampaikan Luhut dalam podcast #closethedoor di channel YouTube Deddy Corbuzier, seperti dilihat, Jumat (11/3/2022). Dalam perbincangannya dengan Deddy, Luhut menjelaskan pihaknya memiliki big data yang isinya merekam aspirasi publik di media sosial soal Pemilu 2024.

"Karena begini, kita kan punya big data, saya ingin lihat, kita punya big data, dari big data itu, kira-kira meng-grab 110 juta. Iya, 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam-macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira orang 110 jutalah," kata Luhut.

Dari data tersebut, Luhut menjelaskan masyarakat kelas menengah ke bawah ingin kondisi sosial politik yang tenang. Masyarakat, kata Luhut, tak ingin gaduh politik dan lebih menginginkan kondisi ekonomi ditingkatkan. (wbc)


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.