Jual Minyak Goreng Murah, Tanggapan Warga Malah Bikin PSI Minder Ikut Pemilu


AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!:
Loading...

 


Niat baik PSI menggelar pasar murah menjual minyak goreng mendapat tanggapan miring dari warganet. Bahkan sangking miringnya, bisa bikin PSI minder ikut Pemilu lagi.

Awalnya, DPD PSI Kabupaten Bekasi menggelar pasar murah di Kecamatan Cibarusah. Ratusan liter minyak goreng dijual Rp10ribu/liter.

"Minyak goreng masih langka. DPD PSI Kabupaten Bekasi menggelar pasar murah di Kecamatan Cibarusah. Ratusan liter minyak goreng dijual dengan harga Rp 10 ribu per liter. Hadir kerja untuk rakyat!," tulis akun resmi PSI di Twitter.

Bukannya mendapat dukungan, PSI malah jadi bulan-bulanan warganet.

"Nah mending jualan minyak goreng aja, daripada jadi parpol 😂," ketus Ijal.

"Masyarakat sampe ngantri, lo kok bisa dapet stock minyak goreng sampe pake baju parpol gt. Lo dapet dari mana? Padahal masy aja susah dapetnya," sambung Tani Hitam.

"Hello pak mendag...nih yg lh maksud "rakyat nimbun minyak goreng ya?" ...bukan rakyat! Tp ini PARTAI pak, cb anda tny dpt sebanyak itu drmn???😊," tanya Wahyu Djanti.

"standarnya untuk pedagang hanya bisa beli 2 karton untuk perorangan hanya bisa 2 pcs, jika partai bisa dpt banyak berkarton2 berarti masuk dlm kelompok apa yah ? rakyat dibiarkan susah mendapatkan minyak goreng, sementara parpol kaya gini bisa seenaknya dpt berkarton2," ceplos Andi Kurniawan.

"Saya kok tdk terkesan, malah jadi bertanya2 ...Seharusnya parpol2mengkritisi situasi kenapa minyak goreng langka dlm waktu yg cukup lama, dan bgmn agar situasi tsb bisa sgr berakhir," sambut Pika.

"Baru sekali kerja langsung teriak "kerja untuk rakyat "Seolah udah berbuat banyak.Kalau usulin Amandemen UUD kemarin kerja untuk siapa ? jokowi ?," sindir Pak D.

"Ko kalian bisa dapat ratusan liter ,sedangkan emak2 di lapangan susah mendapatkan nya ?? Jualan lagi sama rakyat ,kalau mu hadir untuk rakyat ,Gratis ..jngan kecot kalau mu bantu," protes Folknesia.

"Yg nimbun orang parte. Diumpetin lalu dikeluarin cuma buat kampanye parte," ketus Bracilia.


Minyak Goreng Masih Langka, Kemendag Malah Bingung

Sementara itu, meski sudah berlangsung berbulan-bulan lamanya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan sampai sampai saat ini masih belum mengetahui penyebab pasti kelangkaan minyak goreng.

Kemendag mengklaim, jika dicek di tingkat produsen, padahal produksi minyak goreng yang berjalan saat ini seharusnya mencukupi kebutuhan domestik.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko mengatakan saat ini produksi minyak goreng sudah mendekati kebutuhan sehingga kelangkaan terhadap produk tersebut seharusnya bisa teratasi paling lambat akhir Maret 2022.

Pemerintah secara bertahap menyelesaikan persoalan produksi hingga distribusi minyak goreng sehingga minyak goreng dapat diperoleh dengan mudah dengan harga yang terjangkau di masyarakat.

Akan tetapi, kata dia, muncul persoalan baru yang merupakan dampak dari kenaikan harga dan kelangkaan barang yakni panic buying. Lantaran sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau, membuat masyarakat membeli melebih kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan.

Padahal hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan. Artinya, kini banyak rumah tangga menyetok minyak goreng.

“Tapi ini baru terindikasi,” kata dia saat kunjungan kerja ke Palembang seperti dikutip dari Antara, Minggu (6/3/2022).

Ia mencontohkan seperti produsen minyak goreng di Sumatera Selatan, saat ini sudah memproduksi 300 ton per bulan atau sudah mendekati kebutuhan daerah ini. Jika pun terdapat selisih diperkirakan hanya 10 persen. (WBC)

Baca Juga
AWAS IKLAN KHUSUS DEWASA!!!:
Loading...