News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

4 Fakta Terkait Penabrak Polres Siantar yang Harus Anda Ketahui Agar Tidak Gampang Percaya BuzzeRp Pemecah Belah Bangsa

4 Fakta Terkait Penabrak Polres Siantar yang Harus Anda Ketahui Agar Tidak Gampang Percaya BuzzeRp Pemecah Belah Bangsa

 


Kasus penabrak kantor Polres Pematangsiantar ternyata menjadi 'gorengan' buzzeRp yang ingin membuat kisruh dan memecah belah bangsa dengan cara menggiring opini bahwa Islam itu radikal.

Dari data yang dikumpulkan, ternyata ada beberapa fakta yang menjelaskan dengan rinci sebab terjadinya peristiwa tersebut.


Pelaku Stress Gagal, 2 Kali Gagal Membina Rumah Tangga

Pangulu Nagori (Kepala Desa) Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara bernama Rusli, mengatakan Fitri Arni Matondang dan keluarga tinggal tinggal baik-baik.

Mereka adalah orang lama di sana dan menjalani kehidupan bertetangga satu sama lain.

“Iya (warga saya). Kesehariannya adalah warga biasa aja. Normal normal saja. Dia sudah berkeluarga dan saya lihat biasa-biasa saja. Kalau soal bertetangga, ya biasa, dekat dengan teman-temannya,” ujar Rusli.

Rusli menyampaikan sosok Fitri memiliki pribadi biasa. Karakternya dikenal memiliki pendirian keras. Namun tetap berhubungan dengan warga satu sama lain. Tidak ada konflik yang terjadi selama ini jiran tetangga dengan Fitri.

“(Pribadi) biasa lah, kalau misal sikap mau menang sendiri itu biasa lah,” kata Rusli.

Rusli menyampaikan, Fitri tidak memiliki anak dari dua pernikahannya. Pernikahannya terakhir dengan seorang pria, Fitri ikut suaminya dan kemudian tinggal di Binjai.

Tak diketahui apa pekerjaan dari figur suami Fitri. Suaminya dikenal hanya sering mengikuti pengajian.

Pernikahan Fitri ini juga kandas. pascacerai dengan suami keduanya, ia kembali ke rumah orangtua di Simalungun. 

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak pun membenarkan yang bersangkutan telah dua kali menjanda. Atas apa yang dilakukan Fitri, polisi akan menggali keterangan suami keduanya.

Polisi akan menggali riwayat perubahan jiwa Fitri terkhusus pada saat menikah dengan suami kedua.


Dari Keluarga Besar Polisi

Rusli menjelaskan, sejak kembali ke rumah orangtuanya, Fitri pun tak begitu sering keluar ataupun ke masjid.

“Kalau di masjid kami, perempuan nggak terlalu sering ke masjid. Orangtua Fitri justru lebih sering dilihat ke masjid,” katanya.

“Fitri ini tidak ada kerjanya. Pendidikannya sarjana. Mereka orang asli di sini. Kalau bergaul ya biasa-biasa aja,” lanjutnya.

Rusli juga menerangkan bahwasanya Fitri merupakan keluar besar kepolisian. Ia menyebut ayahanda Fitri adalah purnawirawan Polri sedangkan ibunya adalah tenaga kesehatan di Polri.


Pernah Cedera di Kepala dan Harus Rutin Konsumsi Obat

Fitri Arni Matondang alias F alias FAM ternyata masih mengonsumsi obat secara rutin.

Konsumsi obat tersebut dilakukan agar yang bersangkutan dapat menjaga kondisi tubuh setelah mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu.

Hal itu diketahui saat ibunda F, Murniati Sinulingga datang ke Polres Siantar mengantarkan obat agar dikonsumsi F selama penahanan.

Ia menyebut putrinya sudah dalam keadaan baik.

“Sudah lebih baik. Cuma saya mau ngantar obat. Tiap hari harus konsumsi obat karena (masalah di kepala) bisa kambuh,” ujar Murniati saat ditemui di Polres Siantar, Selasa (22/3/2022) siang.

Murniati tak banyak memberikan keterangan, sebab dirinya sendiri merasa tak kuat menghadapi musibah ini.


Polisi Tegaskan, Peristiwa Tabrakan Ini Tak Terkait Terorisme

Polisi telah menggeledah kediaman orangtua dan kamar yang bersangkutan, termasuk menggali keterangan tetangga.

Dalam penyelidikan itu, polisi tidak menemui apapun yang mencurigakan.

Panca menyampaikan penyidik masih akan mendalami perkara ini, termasuk menggali keterangan suami kedua F.

Polisi akan menggali riwayat perubahan jiwa F terkhusus pada saat menikah dengan suami kedua.

Mantan Direktur Penyidikan KPK itu mengatakan pihaknya sejauh ini masih melakukan pemeriksaan.

Namun ia menyebut F tidak terkait jaringan terorisme.

Ia juga meyakinkan bahwa polisi akan memperhatikan semua aspek agar kasus ini terang benderang.

“Yang jelas kita masih dalam pemeriksaan. Bahwa tindakan itu tadi berakibat terjadinya kerusakan material. Alhamdulillah tadi tidak ada korban jiwa, tapi kerusakan pada SPKT. tempat pelayanan terhadap masyarakat. Polisi akan bekerja dengan arif dengan memperhatikan secara aspek,” katanya. (Tim/tribun)


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.