News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ssstttt... Guntur Romli Ternyata Mengidap Penyakit Sepilis

Ssstttt... Guntur Romli Ternyata Mengidap Penyakit Sepilis

 


Guntur Romli dalam kanal Youtube Cokro TV menyoroti soal aturan pendengar suara yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama yang menjadi polemik di tengah masyarakat.

Menurut Guntur Romli, surat edaran (SE) Nomor 05 tahun 2022 selain sebagai pengaturan juga sebagai introspeksi bagi umat Islam sebagai umat mayoritas terkait penggunaan pengeras suara.

Ia menegaskan bahwa surat edaran dari Menag sudah sangat tepat dengan tujuan untuk meningkatkan ketentraman, ketertiban dan keharmonisan antarwarga masyarakat.

“Lagi pula, pengeras suara itu buat siapa sih? Buat memanggil Tuhan? Tentu saja tidak. Tuhan Maha Dekat. Tidak perlu pengeras suara untuk memanggilnya. Tidak perlu suara keras. Suara hati saja Dia sudah dengar,” jelasnya

Lebih jauh, Guntur Romli mengutip surah dalam Al Quran, surah Al Qaf ayat 16 yang menjelaskan bahwa Allah SWT maha mendengar.

“Tuhan lebih dekat dari urat leher kita. Makanya dia mengetahui isi hati kita. Dan Tuhan tidak tuli. Tuhan Maha Mendengar,” kata Guntur Romli mengutip terjemahan surat Al Qaf.

Karenanya kata Guntur Romli, masjid tak perlu dibuatkan alat pengeras suara dalam azan maupun berdoa. Ia juga menyebut orang-orang yang bermain dengan kebisingan pengeras suara bisa disebut sebagai orang yang melampaui batas.

Ucapan Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut semakin memperkeruh suasana. Guntur dianggap gagal paham akan fungsi azan sebagai pengingat dan pemanggil umat Islam untuk segera melaksanakan sholat.

Bukan kali ini saja Guntur mengeluarkan ocehan kontroversial. 

Murid Imam Besar Habib Rizieq Shihab, Novel Bamukmin mencatat Guntur pernah dilaporkan ke polisi karena ulahnya yang kontroversial. 

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 tersebut bahkan pernah menyebut Guntur Romli mengidap sepilis.

"Memang orang ini berpenyakit sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme) yang sudah divonis dengan fatwa MUI tahun 2005 nomor 7. Pemikiran Guntur seperti ini sudah kronis, kesesatan dan kemungkaran dibela atas nama agama," tutur Novel beberapa waktu lalu. (int)


Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.