News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Aneh... Usai Kebijakan dan Kinerja Pemerintah Memburuk, Selalu Muncul Hasil Survei

Aneh... Usai Kebijakan dan Kinerja Pemerintah Memburuk, Selalu Muncul Hasil Survei

 


Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang meningkat mencapai 73,9 persen menurut survei Litbang Kompas. Beberapa hari sebelumnya, juga muncul hasil survei yang tak jauh beda. Intinya, rakyat puas kinerja Jokowi.

Survei-survei ini selalu muncul saat banyaknya tekanan atas kinerja pemerintahan. Seperti diketahui, harga minyak goreng tak kunjung turun. Antrian panjang warga menghiasi banyak media. Eh, malah ditemukan perusahaan besar yang menimbun 1,1 juta liter.

Harga kedelai juga ikut merangkak naik. Pembuat tahu dan tempe menjerit. Pemerintah salahkan babi asal China yang banyak mengonsumsi kedelai.

Lalu tiba-tiba muncul peraturan JHT yang bisa dicairkan di usia 56 tahun ke atas. Disusul dengan syarat kartu BPJS Kesehatan jika ingin mengurus SIM, STNK, SKCK hingga jual beli tanah. Ini lebih mirip kepanikan, bukan sebuah kebijakan. Karena diduga dana rakyat di BPJS sudah habis entah kemana.

Dan hasil survei pun tiba-tiba muncul di semua media. Digoreng sedemikian rupa hingga banyak yang percaya.

"Saya kira Pemerintahan Jokowi telah menunjukkan kinerja yang sangat dirasakan memuaskan masyarakat. Sekalipun di tengah masih pandemi COVID-19, berbagai capaian kinerja terutama dalam pengendalian COVID-19," kata Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Senin (21/2/2022).

"Tidak mudah bagi Pemerintahan Jokowi di tengah pandemi ini mendapatkan kepercayaan publik yang tinggi seperti ini. Dengan kerja keras Pemerintahan Jokowi, pengendalian COVID-19 berjalan dengan baik bahkan dinilai sebagai empat negara yang paling berhasil menangani pandemi serta dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkannya," lanjut Ace.

Pertanyaannya, siapa audiens yang disurvei, Rakyat atau politikus di lingkaran kekuasaan? 

Begitulah sandiwara di Kerajaan Indonesia...

Tags

Loading...
Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.