Putin Ngamuk, Menghina Rasulullah Bukanlah Bentuk Kebebasan Berekspresi!!!


Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:
Loading...


 Pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan membela Nabi Muhammad mendapatkan pujian dari banyak pihak, utamanya negara-negara dengan mayoritas Muslim.

Berbicara dalam konferensi pers pada pekan lalu, Putin menyoroti perkembangan Islamofobia di dunia. Ia kemudian menegaskan bahwa menghina Nabi Muhammad bukan bentuk kebebasan berekspresi.

"(Penghinaan terhadap Nabi Muhammad) adalah pelangggaran kebebasan beragama dan menyakiti perasaan suci orang-orang yang memeluk Islam," ujarnya.

Putin kemudian mengatakan, para pemimpin dunia Islam harus mengingatkan hal tersebut ke negara-negara non-Muslim untuk melawan Islamofobia.

Sontak pernyataan Putin, seorang pemimpin negara dengan minoritas Muslim di dalamnya, itu mendapatkan apresiasi luar biasa. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan salah satunya.

"Saya menyambut baik pernyataan Presiden Putin, yang menegaskan kembali pesan saya bahwa menghinda nabi suci kami bukanlah kebebasan berekspresi," ujar Khan.

Selain Khan, Taliban juga menyambut baik pernyataan Putin, termasuk harapan agar Rusia mengakui pemerintahan Afghanistan di bawah kelompok tersebut.

"Kementrian Luar Negeri menyambut baik komentar Presiden Putin bahwa menghina Nabi Muhammad bukanlah ekspresi kebebasan artistik," kata jurubicara kementerian, Abdul Qahar Balkhi.

Di sisi lain, pernyataan Putin dinilai sebagai sindiran terharap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membuat komentar sebaliknya pada tahun lalu.

Ketika muncul kontrovesi mengenai karikatur Nabi Muhammad dan menguatnya Islamofobia di Eropa, Macron memberikan dukungan dengan menyebut langkah tersebut sebagai kebebasan berekspresi. 

Baca Juga
Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:
Loading...