Lawakan Tidak Lucu ala Tere Liye Ini Viral Gara-gara Banyak yang Pernah Merasakannya


Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:
Loading...


Episode 1

"Pak, saya mau lapor, dompet saya dicopet."

"Mana identitas kamu?"

"Itu dia, Pak. KTP di dalam dompet itu. Saya mau lapor, dicopet."

"Iya, tapi mana identitas kamu?"

"Eh, tidak ada, Pak. Kan dicopet."

"Kalau kamu tidak punya identitas, tdk bisa lapor."

"Tapi, Pak--"

"Itu sesuai SOP. Setiap yg lapor harus punya identitas."

Demikianlah. Yang lapor akhirnya makan tiang listrik depan kantor polisi.


Episode 2

"Pak, saya mau lapor, tadi dilecehkan di kantor."

"Dilecehkan gimana maksudnya?"

"Atasan saya pegang2."

"Ah, itu cuma becanda. Nggak serius."

"Tapi, Pak."

"Lagian kamu juga mungkin senang dipegang2."

"Tapi, Pak."

"Sudah, tidak usah lapor. Sy punya banyak kerjaan lebih penting."

Petugas meneruskan nonton tik tok.

Demikianlah.


Episode 3.

"Pak, saya mau lapor, rumah saya kemalingan."

"Ah, itu kayaknya kamu kurang banyak sedekah."

"Apa hubungannya dengan sedekah, Pak?"

"Adalah. Sudahlah, ihklaskan saja."

"Tapi saya mau lapor, Pak. Tolong diurus."

"Bisa sih diurus, nanti2 kami cari pelakunya."

Petugasnya santai, main HP lagi.

"Bisa segera, Pak? Mumpung belum jauh pelakunya."

"Bisa saja."

Petugasnya mulai pasang kode2. 

Yang lapor tidak tahu apa maksudnya.

Demikianlah. 

Biasanya diikuti dengan tawar-menawar harga.


Episode 4

"Pak, saya mau lapor, tadi motor anak sy diserempet."

"Oh ya? Di mana?"

"Di jalan kota, Pak. Yang nyerempet mobil bagus. Anak sy sampai jatuh ke parit."

"Baik-baik saja kan anaknya?"

"Iya, baik2 saja, tapi--"

"Ya sudah, ihklaskan saja."

"Tapi, Pak."

"Baik2 saja kan anaknya?"

"Iya, baik2 saja, tapi mobil itu tadi ngebut, zig zag, membahayakan banyak orang, kayak jalan milik dia."

"Sudahlah, ihklaskan saja."

Yang lapor gigit meja pos.

Sementara itu, satu jam kemudian petugas terima telepon, "Beres, bos. Sudah diamankan. Kasus ditutup."


Demikianlah lawak di negeri Konoha. Berserakan cerita2 ini. Benar2 berserakan. Bahkan di page ini saja, buanyak yang mengalaminya. Lantas mereka mau lapor ke siapa jika sudah begini? Mau curhat kalau laporan mereka dicueki saja bisa panjang urusannya kalau ada yang baper.


Tapi itu di negeri Konoha. Kalau di sini sih dijamin tidak begitu.


Ah masa?


*Tere Liye, 'Negeri Para Bedebah'

Baca Juga
Disisipkan di mana blok iklan akan ditampilkan:
Loading...