Warganet Emosi Parah!! Ini Alasan Polisi yang Banting Mahasiswa Sampai Kejang-kejang


Loading...

  


Oknum polisi berinisial NP dengan pangkat Brigadir yang melakukan aksi kekerasan dengan membanting seorang mahasiswa mengaku hanya refleks.

NP juga menyebutkan bila ia menyesali perbuatannya terhadap mahasiswa berisnial MFA (20), saat demo di depan Gedung Bupati Tangerang, Tigaraksa.

Di depan korban dan orang tuanya, ia pun meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya tadi siang saat mengamankan aksi demo mahasiswa.

"Saya meminta maaf sebesarnya kepada mas Faris. Saya akan bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang telah saya perbuat," katanya, Rabu, 13 Oktober 2021.

NP mengaku, tindakan yang dilakukannya tersebut hanya sebatas refleks saja saat mengamankan aksi demo mahasiswa yang sudah mulai terlihat ricuh.

"Tidak ada unsur kesengajaan. Hanya refleks aja," katanya.

Sementara, MFA yang juga dihadirkan di tempat yang sama menerima permintaan maaf dari oknum polisi yang sempat melakukan tindak kekerasan padanya.

"Saya sebagai manusia sudah memaafkan. Tapi kejadian yang saya alami tentu tidak akan bisa di lupakan," ujarnya.

Ia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk tetap memberikan sanksi tegas kepada oknum polisi yang telah melanggar standar operasional prosedur (SOP) dalam melaksanakan tugas.

"Saya mohon untuk pihak kepolisian menindak tegak anggotanya yang melakukan tindak kekerasan terhadap mahasiswa," ungkapnya.

Membaca alasan dari Brigadir NP, emosi warganet sontak tersulut.

"Benar kan minta maaf selesai masalah coba dibalik yg dibanting aparat beda lagi ceritanya," sindir Ali Gibran.

"Wkwkwk enak yaa..kemaren juga pas ada salah satu mentri yg salah posting jalan tol dengan narasi hasil kerja rezim. Bilang di indo nyatanya di luar negeri..selesai dengan dihapus dan minta maaf coba oposisi yg posting dengan narasi offense pemerintah pasti sudah bui..😅," ketus Mas Nuha.

"Mana ada gerak refleks bgtu, gerak refleks itu untuk ngelindungi diri, itumah gerak smackdown..," tambah Jamaluddin.

"Refleks adalah bahasa polisi nya Khilaf ya?," tanya Kelvin Andre.

"Kalo liat videonya sih gak reflek emang disengaja.. Reflek itu pas lagi kaget atau diserang mendadak ini orang sdh diseret baru dibanting itu namanya sengaja, ini bawahan yg selalu dibela atasan dg alasan tidak ada kekerasan liat aja videonya...," tambah Sofyan Khalid.

Sebelumnya, aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa dalam rangka HUT ke-389 Kabupaten Tangerang, yang dilakukan di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, diwarnai bentrokan, Rabu, 10 Oktober 2021.

Bentrokan yang terjadi antar mahasiswa dan petugas kepolisian itu, berawal saat sejumlah mahasiswa berusaha masuk ke dalam Gedung Bupati Tangerang. Namun dihadang aparat kepolisian.

"Kita berusaha masuk, tapi dihadang, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi saja," kata Rohmat, salah seorang peserta aksi.

Bahkan dalam aksi itu, juga terdapat satu mahasiswa yang kejang-kejang, dimana kondisinya pun diabadikan pada sebuah video dengan durasi 48 detik.

Sebelum kejang-kejang, terlihat mahasiswa tersebut sempat ditarik oleh salah seorang petugas kepolisian yang menggunakan rompi polisi. Kemudian mahasiswa itu pun dibanting oleh petugas tersebut dengan kondisi bagian belakangan tubuh, yakni punggung terjatuh lebih dulu.

"Tolong, teman saya kebanting," ujar salah seorang massa aksi.

Melihat itu, sejumlah petugas kepolisian yang lainnya pun langsung mendekati mahasiswa dan berusaha menyadarkannya. Sementara informasi terakhir, yang bersangkutan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

 (vv)

Baca Juga
Loading...