Nasgor Tigor dan Kebencian Tak Berbatas Barisan Kolam


Loading...


Juliandi Tigor Simajuntak, adalah pegawai KPK yang diberhentikan gara2 tidak lolos TWK. Dia 13 tahun mengabdi di KPK, dan menjadi bagian dari prestasi KPK menangkapi koruptor2 besar, seperti Papa Benjut Segede Bakpao, Ketua MK, Menteri, Gubernur, anggota DPR, dll, dsbgnya. 

Dia sudah diberhentikan dari KPK bersama 57 pegawai lainnya. Dan hidup harus berlanjut. Sambil terus berjuang membela hak2nya, dia sekarang berjualan nasi goreng. 

Lihat foto ini, dia berdiri di depan lapak jualannya. Bersama Novel Baswedan. Yang matanya cacat satu demi melawan koruptor.

Hal ini sebenarnya sih biasa saja. 

Lantas apa yang tidak biasa? 

Kalian harus tahu, saat berita sederhana ttg Juliandi ini dimuat di media, kolom2 komentar tetap dipenuhi hujatan, kebencian, 'orang2 ini main sandiwara mulu, seolah2 terzolimi!' 'mampus kamu taliban! jualan nasi goreng sekarang!' 'makanya di kpk jangan radikal, sekarang jualan nasi goreng deh!' Netizen2 yg sejak dulu sibuk menuduh taliban di KPK, terus menyebar kebencian tiada tara. Padahal itu teh cuma berita jualan nasi goreng.

Entahlah. Apa sih sebenarnya dosa jualan nasi goreng? Itu tetap salah-satu pekerjaan yg mulia. Tidak korup. Tidak bohong. Apalagi mencla-mencle, menjilat ludah sendiri.

Tapi baiklah, susah memang memahami netizen2 ini. Saya hanya hendak bilang, kalau sy tidak keliru, Juliandi ini agamanya kristen loh. Maka, hanya orang super bego saja yang meneriaki seorang Kristen taliban, radikal. Apalagi meneriakinya kadal gurun. 

Duhai, di negeri ini, kebencian memang kadang tak mengenal lagi batasnya. Sama2 meroket seperti utang negara.

Btw, Juliandi ini jualan nasi gorengnya di Bekasi, tepatnya Jalan Raya Hankam no 88 Jatirahayu. Yang dekat, bisa mampir, mencicipi nasi gorengnya. Semoga laris manis Bang Juliandi. 


Tabik. 


*Tere Liye, penulis novel 'Bedebah Di Ujung Tanduk'


**foto oleh Imam Faisal

Baca Juga
Loading...