Makjleb Banget! Risma Sodorkan Diri Tangani Kemiskinan Papua, Langsung 'Dilockdown' Tokoh Papua!!!


Loading...

 


Tokoh Papua, Christ Wamea menanggapi komentar Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang menyodorkan diri untuk mengemban tanggungjawab mengentaskan kemiskinan ekstrem di Papua.

Christ menilai Risma terlalu percaya diri, padahal saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode, tetap tak mampu mengentaskan kemiskinan.

"Jadi Wali Kota Surabaya selama 10 thn sj tdk mampu pengentasan kemiskinan di kota Surabaya baru mau pede bisa pengentasan kemiskinan di 42 kab/ kota di Papua," tulis Christ Wamea di akun twitternya @PutraWadapi.

Warganet lain pun menanggapi pesimis dan menganggap Risma hanya melakukan pencitraan belaka.

"Baru bisa tertibkan kawasan Dolly di Surabaya," celetuk Rahardjo.

"Dan gak mampu benahi transportasi umum jg tu si syantik. Buktinya dri Risma jd walkot hingga skrg jd mensos, tetap aja bnyk bis kota & angkot butut ngalor ngidul nang suroboyo. Klo di Jakarta pas Pak Anies jd gubernur, Angkot diremajakan, gratis, gak ngetem, di cover APBD DKI lg," sambung Dhika.

Sebelumnya, Risma mengajukan dirinya untuk bisa diberi tanggung jawab menangani kemiskinan ekstrem di Papua.

"Aku nangani Papua. Jadi aku yang minta sendiri tangani Papua," ujar Risma di Jayapura, Minggu (3/10).

Menurut informasi yang dia terima dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Papua merupakan salah satu dari tujuh provinsi yang akan diatasi kemiskinannya hingga akhir tahun ini.

Maka dari itu, dirinya berinisiatif untuk ikut menyelesaikan masalah kemiskinan di Bumi Cendrawasih, bahkan dirinya juga berniat akan berkantor di Papua supaya bisa fokus dalam kerja pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.

"Karena itu mungkin nanti aku berkantor di sini (Papua)," katanya.

Kemiskinan ekstrem dikategorikan kepada daerah-daerah yang kondisi masyarakatnya langka kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, fasilitas sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan da akses informasi.

Sementara, Bank Dunia mendefiniskan kemiskinan ekstrem sebagai suatu keadaan masyarakat yang hidup dengan pendapatan yang kurang dari 1,90 dolar Amerika Serikat per orang per hari.

Merujuk data Badan Pusat Statistik Nasional (BPS), jumlah orang miskin di Indonesia ada sebanyak 27,54 juta jiwa. Dan warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem sebesar 10,86 juta.

Adapun dari angka tersebut, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), data kemiskinan ekstrem secara nasional berada di 212 kabupaten/kota dari 25 provinsi. 

(wbc)

Baca Juga
Loading...