Innalillahi... Sempat Dikabarkan Membaik, Kondisi Fariz Kembali Memburuk


Loading...


Mahasiswa UIN SMH, yang menjadi korban banting smackdown aparat kepolisian saat aksi unjuk rasa di kantor Bupati Tangerang, Banten, Muhammad Fariz menjalani perawatan di rumah sakit sehari usai kejadian.

Teman Fariz, Tedi Agus mengatakan kawannya itu dibawa ke rumah sakit karena mengalami rasa sakit di sekitar bagian leher hingga kepala. Menurut Tedi, Fariz dibawa ke rumah sakit pada Kamis (14/10) lalu atau sehari usai kondisi yang bersangkutan dikabarkan membaik.

"Iya betul [dibawa ke rumah sakit] kemarin, sekitar jam 16.00 WIB," kata Tedi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (15/10).

Meski demikian, Tedi belum bisa menyampaikan hasil check up rekannya yang telah dilakukan pihak rumah sakit. Kini, kata dia, Fariz masih dirawat dan diinapkan dan rencananya akan kembali menjalani check up medis hari ini.

Tedi berujar,Fariz mengalami rasa sakit sehari usai dikabarkan pulih. Kata Tedi, Fariz dibawa ke rumah sakit atas permintaan pemerintah daerah setempat. Ia bilang, pihak Pemda Tangerang yang akan menanggung biaya perawatan.

"Terakhir kemarin badan bagian, sampai kepala masih terasa sakit. Karena kan waktu ditanya dia ngerasa pegal-pegal. Hari selanjutnya sakit," kata dia.

Sementara itu Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro mengatakan Fariz dibawa ke Rumah Sakit Harapan Mulia untuk menjalani rontgen thorax.

"Kesimpulan awal bahwa kondisi fisik baik, kesadaran dengan suhu 36,5 derajat dan sudah diberikan obat-obatan dan vitamin. Untuk rontgen lengkap besok akan diambil dan tadi sudah disaksikan dengan rekan sesama (kondisi Fariz)," kata Wahyu dalam jumpa pers dikutip detikcom, Rabu, (13/10).

 Fariz diketahui merupakan mahasiswa yang dibanting ala Smackdown oleh aparat saat aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Tangerang. Fariz sempat tak sadarkan diri bahkan sampai kejang-kejang usai dibanting.

Sempat dikabarkan pulih, dan menerima maaf polisi yang menjadi pelaku pembantingan, kondisi Fariz memburuk. Ia dikabarkan masih mengalami sakit dan pegal-pegal di bagian leher dan kepala.

Dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta, Eva Sri Diana Chaniago menyebut, kejang yang dialami FA bisa jadi karena gangguan atau saraf. Menurut dia, meski itu tampak hanya sementara, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan.

Pasalnya, dia menilai bantingan yang dilakukan oknum polisi itu sebenarnya cukup berbahaya apalagi dilakukan tanpa alas di permukaan keras.

"Saya belajar bantingan itu dalam ilmu bela diri, untuk benar-benar mematikan lawan, bukan sekadar melumpuhkan," kata Eva, Kamis (14/10).


(thr/gil)

Baca Juga
Loading...