Penyesalan Massa Demo Tandingan : Diberi Uang Lelah Rp150ribu, Tapi Dipotong Uang Makan + Transport + Spanduk + Masker, Sisa Cuma Rp50ribu


Loading...

 


Seperti biasa, aksi unjuk rasa dari aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang dihadiri ratusan massa, dihiasi dengan adanya aksi tandingan dari puluhan pemuda.

Berbeda dengan BEM SI yang meminta Novel Baswedan dan 55 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal alih status aparatur sipil negara (ASN) tetap dimasukkan ke KPK, para peserta aksi ini justru mendukung adanya Novel cs diberhentikan dengan hormat.

Massa yang menamai diri dari Garda Penegak Pancasila ini menggelar unjuk rasa di area Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Aksi masa Garda Penegak Pancasila ini dilakukan di arah berseberangan dari ratusan massa dari mahasiswa.

Puluhan massa dari Garda Penegak Pancasila ini membawa berbagai atribut aksi. Mulai dari bendera Merah Putih maupun spanduk yang berisi mendukung keputusan KPK di era Firli Bahuri.

Spanduk tersebut terlihat bertuliskan "Pegawai KPK Yang Gak Lulus TWK, Harus Legowo. Jangan Lebay!!”.

Selain itu, juga terlihat spanduk yang bertuliskan "Bersihkan KPK dari Pegawai yang Tidak Berwawasan Kebangsaan"

Dari kedua massa ini, petugas kepolisian memberikan barikade tanpa memasang kawat berduri maupun barrier pembatas.

Dari pengakuan beberapa orang yang namanya tidak mau dituliskan, mereka mengaku diberi uang lelah sebesar Rp150ribu. 

Namun, mereka menyesalkan besarnya potongan hingga hanya menyisakan Rp50ribu.

"Kena prank kami bang. Dijanjikan Rp150ribu. Tapi usai aksi, hanya diberikan Rp50ribu. Kata mereka, kena potongan uang makan, transport, cetak spanduk hingga masker," ujar mereka.

"Padahal makan cuma pakai telur dadar. Transportnya naik angkot. Anehnya, kena potong cetak spanduk dan masker. Sisanya cuma cukup buat beli rokok dua bungkus, bang," sambung mereka lagi. 

Semuanya harus disyukuri loh bang... (wbc)

Baca Juga
Loading...