Njirrrr... Pendemo Anies Ngos-ngosan Usai Teriak, eh... Malah Ngaku Dipukuli Satu Regu Polisi


Loading...

 


Demonstrasi menolak balapan Formula E di Jakarta pada 2022, kembali terjadi lagi di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (22/9).

 Dalam tuntutannya, massa yang tergabung dalam Jakarta Bergerak dan DKI Gerakan Jaga Indonesia yang berjumlah sekitar 20 orang, meminta agar interpelasi Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI terus berjalan.

Mereka juga menuntut gelaran balapan mobil listrik tersebut dibatalkan. Mengetahui adanya kerumunan demonstrasi, personel Polsek Gambir meminta massa untuk membubarkan diri. Kapolsek Gambir Kompol Kadek Budiyarta memimpin langsung pengamanan di lokasi. 

Dia mengatakan, polisi sengaja membubarkan aksi demo demi keselamatan warga di tengah pandemi Covid-19 Kali ini, aparat lebih tegas dibandingkan dua demo sebelumnya di lokasi yang sama. "Kami akan bertindak tegas," kata Kadek saat ditemui Republika di lokasi demo.

Menurut Kadek, saat ini, Jakarta masih menerapkan PPKM Level 3. Sehingga setiap orang dilarang untuk berkerumun, apalagi menggelar demonstrasi. Karena itu, aksi yang diikuti segelintir massa itu hanya berlangsung singkat.

Lucunya, massa yang segelintir itu mengaku jika aparat sempat mengadang dan memukuli mereka.

 "Saya mencoba melerai (kerusuhan), tapi saya dipukuli satu regu, polisi-polisi muda yang tidak punya akhlak," seloroh Aldi, massa Jakarta Bergerak dan Sekjen DKI Gerakan Jaga Indonesia kepada wartawan.

Padahal dari rekaman video yang ada, seorang pendemo berbadan tambun, ngos-ngosan usai berteriak. Bukan karena dipukuli. 

Aldi mengatakan, saat demonstrasi tadi, sempat ada rekan partisipannya yang dibawa polisi. Kendati demikian, ia tidak menjelaskan alasan salah satu rekannya diciduk aparat.

Dia mengaku, tujuan diadakannya demo adalah menuntut pembatalan balapan Formula E di Jakarta. Hal itu mengingat dana itu bisa digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting di Ibu Kota. "Batalkan (formula E)" jelas Aldi bersemangat.

Sebelumnya, demonstrasi menolak gelaran Formula E kembali terjadi di depan gedung DPRD DKI Jakarta pada Senin (13/9) siang WIB. Adapun demo dengan tujuan yang sama mendukung Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI mengajukan hak interpelasi kepada Anies terjadi pada Senin (6/9). (rol)

Baca Juga
Loading...