Lucu Tapi Fitnah : Bikin Kerumunan Holywings, Luhut Hajar Anies Hingga Babak Belur Tak Berdaya


Loading...

 


Ada-ada saja kelakuan buzzeRp untuk mendiskreditkan Anies Baswedan. Baru-baru ini, muncul sebuah video di YouTube yang buat geger netizen lantaran mengabarkan bahwa Anies Baswedan jadi korban kekerasan salah satu menteri di kabinet kerja Joko Widodo, yakni Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut Pandjaitan dikabarkan memukuli Anies Baswedan hingga sang Gubernur DKI Jakarta babak belur dan tak berdaya.

Menurut rumor yang beredar aksi tersebut merupakan buntut dari kemarahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) atas kerumunan di Holywings Kemang beberapa waktu lalu.

Isu tersebut pertama kali beredar usai sebuah kanal YouTube bernama Skema Politik mengunggah video dengan judul "BIKIN ULAH, SI GABENER DIBUAT TAK BERDAYA ~ berita terbaru".

Tak henti di judul, pengunggah juga memberi beberapa keterangan dalam thumbnail video berupa tulisan dan foto.

Ada pun narasinya sebagai berikut.

"BIKIN KERUMUNAN HOLYWINGS

LUHUT HAJAR ANIES HINGGA BABAK BELUR," katanya.

Sementara, tulisan itu didukung dengan foto Luhut Binsar Pandjaitan yang seolah hendak menyerang Anies Baswedan dan keduanya dipegangi oleh aparat.

Lantas, benarkah klaim yang menyebut Luhut Binsar hajar Anies Baswedan hingga babak belur karena bikin kerumunan di Holywings?

Setelah ditelusuri, tidak ada satu pun informasi valid yang dapat membuktikan klaim di judul.

Faktanya video tersebut membahas tentang Politikus PDIP Ruhut Sitompul angkat bicara menanggapi kasus kerumunan di Holywings Kemang, Jakarta Selatan selama PPKM.

Menurutnya, Gubernur Anies tidak berani tegas kepada pengusaha untuk kepentingan politik dalam Pilpres 2024 mendatang.

Berdasarkan hasil penelusuran dan fakta-fakta di atas, dapat dipastikan informasi yang mengklaim bahwa Luhut Pandjaitan menghajar Anies Baswedan hingga babak belur adalah kabar bohong atau hoaks.

Video yang diunggah oleh kanal Youtube Skema Politik termasuk ke dalam fabricated content atau 100 persen kebenaran isinya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga
Loading...