Wakili Rakyat Indonesia, Aktivis Ini Sentil Keras Bacot Koruptor dari PDIP


Loading...

 


Kelakuan koruptor di NKRI memang selalu memuakkan. Tiada rasa bersalah yang mereka tunjukkan atas kelakuan kotornya.

Ada yang tersenyum bangga saat difoto. Ada pula yang minta maaf ke atasannya. Padahal yang jadi korban kezalimannya adalah rakyat.

"Koruptor kok minta maafnya ke Presiden dan Ketum Parpol... Harusnya ke rakyat lah! Yang dirugikan rakyat... Kalau kek gitu kesannya kan nggak menyesal," tulis aktivis media sosial, Maudy di akun twitter @Mdy_Asmara1701.

Protes Maudy tersebut mewakili ratusan juta suara rakyat Indonesia yang selama ini hanya bisa menyaksikan drama politik dari layar televisi. 

Warganet pun mendukung protes Maudy. 

"Dia pikir itu uang presiden sedang presiden aja makan duit rakyat," sambung Sholeha.

"Menyesal Karena ketahuan.. ketangkap tangan.. OTT.. makanya Minta maaf ke partai Dan president Karena mission failed," tambah Romy.

Sebelumnya, Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara menyampaikan nota pembelaan atau pleidoinya atas kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di Kemensos. Pleidoi disampaikan Juliari di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin, 9 Agustus 2021.

Di hadapan majelis hakim, Juliari ngotot membantah tak menerima sedikitpun uang yang berasal dari pengadaan bansos. Juliari mengklaim yang menikmati uang itu adalah mantan anak buahnya, Matheus Joko Santoso.

Namun, dalam hal ini, Juliari mengaku bersalah lantaran tak bisa mengawasi tindak tanduk anak buahnya tersebut. Juliari meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang sudah memberikan kepercayaan kepadanya menjadi Mensos, namun ternodai.

"Saya secara tulus ingin mengucapkan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya, kepada Presiden RI Joko Widodo atas kejadian ini. Terutamanya permohonan maaf akibat kelalaian saya tidak melakukan pengawasan yang lebih ketat, terhadap kinerja jajaran di bawah saya sehingga harus berurusan dengan hukum," ujar Juliari dalam pleidoinya.

Juliari menyadari, dengan terungkapnya kasus ini, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menyita waktu dan perhatian Jokowi. Juliari meminta maaf atas hal itu. Tidak ada permintaan maaf lantaran telah menerima suap lantaran Juliari mengklaim tak menerima suap.

Selain kepada Jokowi, Juliari meminta maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beserta jajaran pengurus PDIP lainnya. Sebagai salah satu pengurus di PDIP, Juliari merasa harus meminta maaf kepada rekan-rekannya.

"Saya harus menyampaikan permohonan maaf secara tulus dan penuh penyesalan. Saya sadar bahwa sejak perkara ini muncul badai hujatan dan cacian datang silih berganti ditujukan kepada PDIP," kata Juliari.

Juliari yakin, proses hukum ini tak akan membuat masyarakat hilang kepercayaan kepada PDIP. Menurut dia, masyarakat akan tetap mencintai dan membutuhkan PDIP.

"Saya yakin sebagai partai nasionalis yang bertahun-tahun yang berada di garda terdepan dalam menjaga 4 pilar kebangsaan serta cita-cita pendiri bangsa saya sangat yakin PDIP akan tetap dibutuhkan dan dicintai segenap rakyat Indonesia," kata dia. (bbs)

Baca Juga
Loading...