Sumbangan Rp2 Triliun, Kegoblokan Hakiki BuzzeRp dan Pencitraan Menjijikkan Para Pejabat


Loading...


 Gegep gempita sumbangan Akidi Tio, seorang pengusaha di Sumatera Selatan, menyumbang Rp 2 triliun membuat banyak yang kehilangan akal waras. Terutama buzzeRp yang memang tak berakal.

Di awal pandemi, rakyat sudah disuguhi sandiwara prank lelang motor listrik Jokowi. Pemenang lelang di angka Rp2,5 Miliar adalah M Nuh. Seorang buruh bangunan yang tak mungkin sanggup membayarnya. Padahal pejabat dan media sudah hingar bingar.

Jika merujuk ke belakang lagi, ada kisah lebih lucu. Sumbangan traktor ke petani. Usai acara penyerahan, traktor pun di bawa pulang lagi. Petani cuma bisa melongo. 

Terus kembali ke masa lalu, masih teringat jelas bagaimana kehebatan legenda otomotif Indonesia, Esemka. Yang katanya sudah dipesan ribuan unit.

Entah mengapa, seharusnya pemerintah membangun optimisme dengan prestasi. Bukan dengan cerita fiksi. Apalagi cuma berbekal amplop tanpa isi.


Digunakan BuzzeRp untuk Memecah Belah Bangsa

Kembali ke Rp2 triliun.

Ironisnya, sumbangan yang masih di awang-awang itu sudah digunakan para buzzeRp untuk membangun narasi memecah belah bangsa.

Denny Siregar cs yang selalu percaya diri dengan kedunguannya, membandingan dengan miliaran rupiah donasi yang disumbangkan Ustadz Adi Hidayat ke Palestina. 

Denny yang miskin literasi, menutup mata saat UAH membagikan herbal gratis bagi siapa pun yang membutuhkan.

Di sisi lain, buzzeRp rendahan dengan akun anonim malah punya mimpi yang lebih dalam. Mereka membuat hoax, bahwa Akidi Tio segera menyumbang kembali Rp100 Triliun langsung ke Jokowi. Karena Jokowi lah satu-satunya sosok di Indonesia yang dipercayainya. Begitu isi hoaxnya.

Tampaknya halusinasi pendukung Jokowi yang sudah mendarah daging susah disembuhkan.

Sementara para pejabat tetap tak punya empati dan rasa malu. Tetap saja mengumbar janji palsu. Dibalut pencitraan menjijikkan.

Rakyat yang tidak percaya malah dituduh makar, radikal, kadrun. 

KS

Baca Juga
Loading...