Skak Mat Warganet Buat Pemerintah : Di Depan Ucapkan Terima Kasih, Di Belakang Malah Ditangkapi


Loading...

 


Ucapan terimakasih dari Jokowi atas kritikan warga ternyata hanya dianggap sebagai lip service semata.

Seperti diketahui, dalam Sidang Tahunan MPR/DPD/DPR pada 16 Agustus 2021, Presiden Joko Widodo sempat menyinggung masalah kritikan terhadap pemerintah. Terutama terkait dengan penanganan COVID-19.

Dalam pidatonya itu, Presiden Jokowi menyadari bahwa banyak yang penat, jenuh, sedih hingga kesusahan akibat pandemi ini.

"Saya juga menyadari, begitu banyak kritikan kepada pemerintah, terutama terhadap hal-hal yang belum bisa kita selesaikan. Kritik yang membangun itu sangat penting, dan selalu kita jawab dengan pemenuhan tanggung jawab, sebagaimana yang diharapkan rakyat," jelas Presiden Jokowi, dalam pidatonya.

Terhadap itu, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih karena budaya demokrasi masih terus berjalan di Indonesia saat ini.

"Terima kasih untuk seluruh anak bangsa yang telah menjadi bagian dari warga negara yang aktif, dan terus ikut membangun budaya demokrasi," jelasnya.

Seperti juga pidato dan janji-janji sebelumnya yang berakhir dengan kebalikan, warganet hanya menanggapnya sebagai omong kosong belaka 

"Ngomongnya saja terima kasih. Yang bikin mural saja dicari polisi. Warung ada tulisan 'kecuali presiden' dipanggil polisi ...," sindir Boediantara.

"Berterima kasih ke Masyarakat yang mengkritik tapi abis itu ada Tim urusan Lapor ngelapor..Payaah πŸ˜”πŸ™„πŸ™ˆ Donald Trump sampai di Bikin Boneka replika dirinya di injak di pukul tapi gak ada yg di tangkap Pak πŸ™ˆπŸƒπŸ’¨πŸ’¨," ketus Ria sambil memasang emoticon kabur.

"D bibir pura2 ucapakan terima ksh.. D belakang aparatmu bekerja.mengejar dan manangkap pengkritik,, Termasuk pengkritik lewat mural lg d kejar polisi apa bapak tau ??? Ga usah pura2 lagilah kami sdh muak dan bosen atas kepura2an semua ini...," ungkap Ukhti Elya.

"Ga salah emang king of lip service. Berterima kasih tapi bawahan bapak masih menangkap yang mengkritisi, sungguh sebuah kontra antara perkataan dan perbuatan. Bisa dilaporin terkait hoax ga ya gini ini pack?," sambung Bagaskara.

"Kabari semua pak kalau bapak terima kritik dan siap di kritik karena tak ada manusia sempurna, dan bapak tidak asal meng "kasus" kan kritik, terima kasih sudah mau mendewasakan jajarannya untuk lebih bijak, karena rakyat hanya bisa meluapkan yg dirasakan sebisanya," tambah Mamat.

"Pak presiden zimbabwe sih, berterima kasih aja, senang2 aja, soalnya gak ngaruh juga kan, mau dikritik gmn pun gak bakal ada perubahan. Lagipula decision makernya kan si "abang jago", bukan beliau, ya dia merasa kritiknya salah sasaran dong. Makanya adem ayem aja," ceplos Roque.

(wbc)


Baca Juga
Loading...