Klaim Karya Anies Sebagai Hasil Kerja Jokowi Ahok, BuzzeRp Halu Langsung Dibikin Malu


Loading...

 


Selain jago memainkan argumen ala ad hominem yang menyerang pribadi si pengkritik, buzzeRp juga handal mengklaim hasil kerja Anies Baswedan sebagai milik Jokowi Ahok. 

Setelah mengklaim Stadion JIS, buzzeRp kini 'merebut paksa' Stasiun CSW untuk dijadikan sebagai karya junjungannya.

"Salah satu Warisan Jokowi - Ahok yg mengusung konsep Integrasi, Stasiun CSW. Stasiun MRT ini terhubung langsung dgn halte busway sehingga orang2 bisa bertukar moda transportasi tanpa harus keluar dari halte/stasiun. Bila Jokowi tak memulai, Jakarta tdk akan memiliki ikon saat ini," buka Jhon Sitorus.

"Halte TransJakarta yang berada diatas merupakan gagasan Ahok sejak tahun 2015 dan selesai pada 2017 lalu. Jalan layang setinggi 10 meter tersebut dibangun khusus untuk bus transjakarta saja, tidak boleh ada kendaraan lain. Sehingga rute Tendean-Ciledug sama sekali tidak macet," tambahnya lagi.

Kawanan berudu pun langsung memenuhi kolom komentar dengan kalimat puja-puji Jokowi Ahok dan ejekan buat Anies.

Namun hal itu tak berlangsung lama, usai data dan fakta yang disajikan Maudy Asmara dan Angga PF menghantam buzzeRp halu.

"Bohong banget. Hahahahahaha.. Mohon maaf nih. Justru integrasi itu dibuat di zaman Pak Anies. Main klaim aja sembarangan. Kalau ABW yang kena tuduh klaim, marah2nya kayak cacing kepanasan berasa kiamat sugra. Giliran kayak gini main klaim sembarangan. Kocak juga u," balas Angga PF di akun @AnggaputraF.

"Sori mayori nih. MRT dan Koridor  13 itu gak pernah dirancang terintegrasi sebelumnya. Gak ada dalam dokumen perencanaan apapun yang kasih gambar integrasi. Pasca rame2 2017, Ahok langsung pengen bikin eskalator di sisi trunojoyo, tapi karena gak disiapin dari awal ya gak bisa," lanjut Angga lagi.

"Kalau ngibul yang kerenan dikit dong 🤣🤣," tambah Maudy di akun @Mdy_Asmara1701 seraya memuat link berita mengenai Desain Skybridge Integrasi MRT ASEAN-TransJ CSW yang Dibangun Anies.

Berdasarkan penelusuran, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara simbolis membuka proyek jembatan layang atau skybridge untuk integrasi antara Stasiun MRT ASEAN dengan Halte TransJakarta CSW. Anies menyebut, pembangunan jembatan layang akan mempermudah akses masyarakat khususnya pengguna TransJ.

"Dan tempat ini (Halte TransJ CSW saat ini) seperti digambarkan tadi, 117 anak tangga ekuivalen dengan 7 lantai (menuju Halte TransJ). Bisa dibayangkan bila ibu hamil, orang tua (menggunakan akses)," ucap Anies saat sambutan peletakan batu pertama pembangunan, di Stasiun MRT ASEAN, Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2020).

Anies menjanjikan kenyamanan setelah pembangunan selesai. Sehingga akan memberi kesan, Jakarta ramah untuk semua warganya.

"InsyaAllah dengan ini terintegrasi, maka jauh lebih nyaman bagi semuanya. Jakarta harus ramah. Saya sering sampaikan bila angkutan umum kita ramah pada penyandang disabilitas, ramah kepada lansia, ramah kepada balita, maka insyaallah dia akan ramah kepada semuanya," ucap Anies.

Desain pembangunan ini berdasarkan hasil sayembara yang dimenangkan oleh Patrisius Marvin Dalimartha dengan tema 'Cakra Selaras Wahana'. Desainnya berbentuk lingkaran di atas simpang Jalan Sisingamangaraja.

Jalan layang dibangun dengan lima lantai. Pada lantai pertama atau dasar, akan dibangun halte baru TransJ Koridor 1 Blok M-Stasiun Kota.

Kemudian, lantai dua dan tiga ada retail dan toko. Lantai empat akses menuju halte TransJ, dan lantai lima atau lantai atas adalah Halte CSW.

"Lantai 2 dan 3 komersial. Ada kios, retail," ucap Direktur Utama PT TransJakarta, Agung Wicaksono, kepada wartawan di Stasiun MRT ASEAN.

Untuk akses antar lantai disediakan eskalator seperti di pusat perbelanjaan. Sehingga, masyarakat mudah untuk naik ke halte di bagian atas.

"Berarti ada 4 (eskalator). Mungkin nanti akan jadi tangga darurat, tetap perlu. Ya kalau memang ada yang mau olahraga," ucap Agung. (wbc)

Baca Juga
Loading...