Jokowi Ciptakan Kerumunan, yang salah Tetap Rakyat dan Anies Baswedan


Loading...

 


Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) disalahkan pihak oposisi saat mengunjungi Terminal Grogol di Jl Kiyai Tapa, Jakarta Barat. 

Gara-gara sejumlah warga berkerumun untuk mengantre mengambil sembako dari orang nomor satu di Indonesia dan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta yang membiarkan itu terjadi.

Awalnya Jokowi tampak menaiki sebuah mobil sedan berwarna hitam, Selasa (10/8/2021). Presiden Jokowi tiba di Terminal Grogol sekitar pukul 16.10 WIB. 

Setibanya di terminal, mobil yang dinaiki Jokowi terlihat melambat. Selanjutnya, tampak Jokowi menurunkan kaca mobilnya sambil melambaikan tangan, tetapi Jokowi tidak turun dari mobil.

Tak lama berselang, Jokowi langsung menutup kaca mobilnya. Sekitar pukul 16.14 WIB Jokowi pun terlihat pergi dari Terminal Grogol dan melanjutkan perjalanannya.

Dasar rakyat miskin, selepas Jokowi meninggalkan lokasi, terpantau sejumlah warga tampak antre untuk pembagian sembako.

Bahkan, sejumlah warga tampak berdesakan hingga berdorongan di dalam antrean.

Sembako tersebut dibagikan oleh petugas. Sementara itu antrean warga terlihat tak dapat dikendalikan, mereka tampak berdekatan satu sama lain tanpa menjaga jarak.

Kerumunan terjadi di lokasi hingga pukul 16.30 WIB. Tampak sejumlah warga 'balik kanan' dengan wajah murung karena tidak mendapat sembako.

Padahal ekonomi sedang melonjak pesat 7,07%. Mengapa berebut sembako? Apakah ini merupakan permainan Anies Baswedan agar Jokowi disalahkan?

Tapi yang pasti, Anies adalah dalang dari semua kerumunan yang terjadi di negeri ini.

Pemimpin yang nggak bisa seperti Anies hanya bisa mengklaim prestasi orang lain.

Lucunya, meski sering menimbulkan kerumunan, Anies tak tersentuh hukum. Beda jauh dengan Habib Rizieq Shihab yang hingga kini masih menghuni tahanan.

(satire)

Baca Juga
Loading...