Warganet : Oposisi Yang Berjuang, Buzzer yang Ikut Menikmati Hasilnya


Loading...

 


Jadi buzzerp itu mudah. Hanya bermodal kedunguan unlimited, muka tembok dan  pura-pura membela semua kebijakan pemerintah di media sosial.

Salah satu contohnya ketika pemerintah mau menerapkan pajak sembako. Warga yang masih waras tentu menolak dengan tegas.

Namun buzzerp tentunya membela mati-matian. Dengan cara membagikan narasi berkadar logika rendah yang ditulis pentolan buzzerp. Padahal hati mereka teriris. Utang di kedai tetangga bakal makin menumpuk.

Yang lebih miris, saat satu persatu pentolannya diberi jabatan, buzzerp rendahan yang biasanya memiliki akun bernama deretan angka hanya bisa gigit jari. 

Mereka sudah girang setengah mati saat akunnya difollback buzzerp panutan. Hidupnya memang penuh halusinasi ekonomi yang meroket.

Jauh di dasar lubuk hatinya, mereka bersyukur ketika oposisi berhasil membuat pemerintah membatalkan pajak sembako.

Seperti juga saat pemerintah membatalkan vaksin berbayar. Buzzer halu pun girang bukan kepalang. Mereka ikut menikmati hasil perjuangan oposisi. 

Padahal, jadi oposisi itu berat. Dituduh radikal, kadal gurun hingga makar. Kalau salah posting, langsung masuk bui.

Maudy Asmara, seorang warganet yang kerap beradu argumen dengan para buzzer, menyindir sepak terjang menjijikkan mereka.

"Yang berkoar-koar nolak vaksin oposisi... Yang ikut menikmati buzzer 🤪. Enak ya wkwk," tulis Maudy Asmara sembari memposting artikel pembatalan vaksin berbayar.


Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan Presiden Joko Widodo membatalkan vaksin berbayar atau vaksin Gotong Royong yang semula akan disalurkan melalui Kimia Farma.

Pramono mengatakan keputusan itu diambil setelah Jokowi mendapatkan masukan dan respons dari masyarakat.

"Presiden telah memberi arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semua dibatalkan dan dicabut sehingga semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan," kata Pramono dalam keterangan pers melalui Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7). (wba)

Baca Juga
Loading...