Tere Liye : Indonesia Negeri Lip Service


Loading...


Kalian tahu core value kementerian BUMN yang fantastis keren itu: AKHLAK. 

Lihat gambar yg diposting bersama tulisan ini. Keren badai. 

Istilah 'akhlak' itu sendiri sangat mulia. Dicatut dari istilah agama. Harapannya benar2 akan begitu.

Tapi sorry, itu cuma lip service doang. 

Apa bukti lip service doang? Lihatlah, salah satu komisaris yg memposting hendak meludahi orang lain secara terbuka, di medsos apakah dia dipecat? 

Tidak. Itu perusahaan barusaja mengganti pejabatnya kemarin, orang ini masih dipertahankan. Seolah hendak menunjukkan ke siapapun. Kebal. Terserah kami.

Nah, sekarang mari kita tunggu soal rangkap jabatan Rektor UI. Lagi2, apakah mereka tetap akan menunjukkan ke semua. Kebal. Terserah kami. 

Inilah negeri lip service. Yang saat dikritik, bukannya fokus ke substansi, dia malah ribut bahas tata krama. Bahkan dia bisa ribut bahas typo loh, subtansinya dibahas?

 Tidak mau. Inilah negeri lip service. Yang bahkan jelaaas sekali substansinya, dia tetap bodo amat. 

Apakah ber-akhlak orang yang secara terbuka mau meludahi orang? Apakah ber-akhlak orang yg jelas ditulis DILARANG rangkap jabatan, dia tetap rangkap jabatan.

Tapi terserah kamu sajalah.

Ini cuma dunia. 10-20 tahun lagi, kamu boleh jadi telah dilupakan. Yg tersisa cuma post power syndrome; orang2 sih sdh tidak peduli lagi sama kamu. 

Kamu saja yg tetap merasa 'punya nama'. Bahkan sekarang pun, orang2 sudah malas, orang2 cuma tertawa melihatmu.

 Anak buahmu, kelompokmu saja yg masih nunduk2. 

*Tere Liye, penulis novel 'Negeri Para Bedebah'

Baca Juga
Loading...