RS di Jateng Menjerit Kehabisan Oksigen, Jawaban Ganjar Malah Bikin Gregetan, Warganet : Jangan Gengsi Tiru Pak Anies


Loading...

 


Melonjaknya pasien Covid-19 di Jawa Tengah membuat rumah sakit kehabisan oksigen. Seorang pegawai RS Bhina Bhakti Husada Rembang bernama Novita, sampai harus curhat di media sosial.

"Pak @ganjarpranowo , kami atas nama RS Bhina Bhakti Husada Rembang butuh bantuan oksigen Pak 😭. Oksigennya tinggal untuk 3-4 hari ke depan, stok dimana2 habis. Kami satu2nya RS Resmi pembantu RSUD dalam penanganan Covid di Rembang Pak 😭 Tolong Kami," tulis Novita di akun medsosnya, Kamis (8/7)

Setelah viral dan dibagikan ribuan kali, jeritan tenaga kesehatan tersebut dijawab langsung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo 12 jam kemudian. Namun Ganjar malah menjawab dengan pertanyaan.

"Sdh isi aplikasi JOSS? Panjenengan Dir RS? Tadi siang ikut rapat?," jawab Ganjar.



"Sampun saya koordinasikan pak, untuk RS Bhina Bhakti Husada mboten ada undangan rapat terkait itu kemarin siang. Sehingga direktur kami tidak tau ada aplikasi JOSS. Tadi sudah dihubungi Pak Agus Biro Perekonomian Setda Jateng, namun hanya diinfo untuk mengisi tabel permintaan O²," sambut Novita, Jumat (9/7).

Lambannya koordinasi penanganan covid-19 di Jawa Tengah itu pun membuat warganet gregetan.  

"Simpati kami buat Ibu, dan jajaran owner dan Manajemen Rumah Sakit. Semoga ada solusi, tanpa ribet (kelengkapan administratif bisa mengikuti) jika memang kondisinya darurat seperti itu. Emang nulis bio di dunia maya itu mudah, yg susah itu melaksanakannya di dunia nyata," ujar Wiwiedz.

"Piye niku Den Ganjar??  Kenapa undangan tdk sampe atau tdk ada klo memang rapat dianggap penting untuk semua penanggung jawab RS ??," kata Amaluddin.

"Pertanyaannya intimidatif sekali. Sbg pemimpin berilah jawaban yg menyejukkan. Kan tinggal bilang terima kasih atas infonya. Tolong hubungi anu atau nanti tim saya akan menghubungi ibu. Gitu kan enak. Masalah nanti tetep disurus isi aplikasi JOSS y g masalah," sambut Juragan Ganteng.

"Tolong pak, tiru Pak Anies. Sebelum kehabisan sudah oksigen, stok diamankan. Jangan gengsi meniru kebaikan, pak," nasihat Agus.

Namun ada juga warganet yang membela Ganjar. Sayangnya, dari isi komentar, terlihat jelas ditulis oleh buzzeRp.

"Ya iya wajar pak ganjar tanya gini,banyak pihak yg bisa memanfaatkan,kepikiran gg kalo nanti tidak tepat sasaran,jgn goblok2 jadi rakyat,AKU IKUT MALU," balas Preman Serengan.

Seperti diketahui, Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat berlaku sejak 3 Juli 2021. Meski demikian, kasus Corona hingga jumlah kematian pasien Corona terus meningkat. Salah satu daerah dengan kematian pasien Corona tertinggi adalah Jawa Tengah. (wba)


Baca Juga
Loading...