Misteri Om-om dan Anak SMP Rebutan Almamater Tanpa Simbol Kampus buat Demo Dukung Pemerintah


Loading...

 


Setiap mahasiswa memiliki jaket almamaternya sendiri. Dengan pilihan warna dan simbol yang berbeda untuk tiap kampus. Jaket almamater juga identik sebagai 'busana' wajib mahasiswa saat menggelar aksi menentang kebijakan pemerintah.

Namun kini jaket almamater tak lagi sakral. Karena ada pihak tertentu yang menggunakan jaket almamater tanpa simbol untuk berdemo mendukung pemerintah.

Licik memang melihat cara mereka mengadu-domba mahasiswa. Membenturkan mahasiswa abal-abal yang tiba-tiba muncul entah dari mana, dengan mahasiswa asli yang membawa suara rakyat.

Mereka mulai 'diperkenalkan' saat DPR mengesahkan UU KPK yang dinilai akan makin melemahkan KPK sebagai lembaga independen. Saat itu, massa pun berbondong-bondong melancarkan aksi protes di beberapa lokasi.

Satu aksi yang menarik perhatian justru dari kalangan yang pro sama UU KPK. Mereka ini selain mendukung pengesahan UU KPK oleh DPR juga mendukung pimpinan KPK terpilih –Firli Bahuri– serta mendorong supaya pelantikannya dipercepat.

Kelompok ini memadati halaman depan gedung KPK lengkap dengan spanduk-spanduk sebagai bentuk dukungannya terhadap UU KPK. Namun, ada yang aneh dari kelompok ini…

Massa yang mengaku dari kalangan mahasiswa ini memakai almamater warna-warni, tapi tanpa logo universitas. Selain itu almamater tampak bersih seperti baru semua.

Saat ditanya wartawan, mereka mengaku dari berbagai universitas, ada yang menyebut Universitas Bung Karno, hingga Universitas Indonesia (UI). 

Padahal, kelompok massa ini terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, sampai remaja belasan tahun.

Sayangnya, aksi massa bayaran itu terlihat jelas. Dalam foto, tampak gerombolan orang mengerubungi setumpuk almamater warna-warni. Beberapa terlihat mencoba ke badannya, sedangkan sebagian lagi masih sibuk memilih. 

Sebelumnya, aksi serupa terjadi di depan gedung DPR sehari sebelumnya. Aksi mahasiswa abal-abal itu dilakukan untuk mengapresiasi kinerja DPR yang telah mengesahkan revisi UU KPK.

Lucunya, saat ditanya isu apa yang mereka bawa dalam demonstrasi itu, mereka mengaku tidak tahu. Ada yang bilang diajak, ada juga yang blak-blakan kalau itu dibayar.

Pokoknya, mahasiswa abal-abal ini selalu muncul untuk mendukung pemerintah. 

Hmm… apa sih maksud dari semua ini? Sebenarnya siapa dalang di balik aksi pura-pura ini? 

Yang jelas, puluhan mahasiswa abal-abal itu tidak mewakili jeritan suara rakyat!

Baca Juga
Loading...