Gawat!!! Paket Obat Gratis dari Pemerintah Bisa Membahayakan Nyawa Rakyat


Loading...


Paket obat gratis yang dibagikan pemeritnah untuk pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri atau Isoman ternyata membahayakan nyawa rakyat. Hal itu terungkap dari pernyataan Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono.

"Paket Obat Gratis tidak mendidik dan potensial membahayakan. Misal obat antibiotik yg sangat rawan dapat meningkatkan resistensi obat. Padahal tidak semua orang perlu antibiotik, dan itu harus ada pemeriksaan lanjutan adakah infeksi sekunder? Perlu revisi," tulis Pandu di akun medsosnya seraya men-tag @BPOM_RI @KemenkesRI.

 Peringatan dari Pandu itu pun diiyakan warganet lain. 

"Obat setau w g bisa disamain, karena riwayat kesehatan yg beda2 tiap orang. Misal ada alergi obat dll. G bisa paketan gini, kayak parsel," pungkas Hari.

"Pngalaman adik ipar sy positif covid gjl ringan hrs isoman tnp dkasih obat dr puskesmas/dktr. Ada ssek nfas sdkit akhirnya sy kasih herbal qustul hindi habbatatsauda madu mnyak zaitun Alhamdulillah tdk smpai sminggu gjl brkurang sampai 2minggu sdh sht skrg sdh krja lagi," saran Abu Hafidz.

"Kl udah direspekam baru digunakan antibiotik sesuai petunjuk dokter dan atau indikasi. Gak bs main pake sembarangan krn bs resisten," jelas Aphrodite.

Sebagai tambahan, program ini menggandeng Kementerian Kesehatan untuk pendataan, BUMN farmasi sebagai penyedia produk, hingga perusahaan ekspedisi untuk pengiriman.

Masyarakat yang menjadi sasaran penerima obat dan vitamin gratis ini adalah mereka yang menderita Covid-19 dan menjalankan pemulihan dengan isolasi mandiri (Isoman) di wilayah-wilayah yang berisiko.

Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo melalui akun Instagramnya, Kamis (15/7/2021).

"Pada tahap awal, Pemerintah membagikan 300.000 paket bagi masyarakat terdampak di Pulau Jawa dan Bali, disusul 300.000 paket serupa di luar Pulau Jawa dan Bali," kata Jokowi. (wba)

Baca Juga
Loading...