Fitnah PKS, Bukti Kegoblokkan BuzzeRp Memang Tanpa Batas!!!


Loading...

 


Di masa pandemi yang makin melonjak, seharusnya setiap kita bahu membahu meringankan beban setiap warga yang terkena dampaknya. 

Namun hal itu tak berlaku bagi sekumpulan buzzerp. Mereka tetap bebas melakukan fitnah. Tanpa takut diproses hukum. Seperti saat Eko Kuntadhi, salah satu buzzerp pendukung pemerintah melemparkan fitnah ke PKS.

Awalnya, warganet dengan akur bernama @gatse8 memposting bantuan ke masyarakat berupa tabung oksigen.

"Bismillah, semoga yang kecil ini bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan oksigen," tulis @gatse8.

Beberapa saat kemudian, postingan tersebut diretweet Eko Kuntadhi dengan dibubuhi narasi fitnah.

"Kalau tabung oksigen sempat langka di masyarakat, gak usah kaget. Sebab ada yang ngepul, mau memanfaatkannya buat kampanye politik," sambut Eko.

Cuitan tanpa dasar dari Eko pub dibalas lagi dengan klarifikasi.

"Kami hanya punya 10 tabung, dan itupun dipinjamkan ke warga sekitar yg membutuhkan secara cuma-cuma. Kenapa dikasih logo? Agar tidak tertukar dengan punya orang. Dan, tabung ini dibeli secara urunan oleh kader untuk warga. Begitu Pak Ekooo.....bantu dong jangan fitnah doang😓," ujar @gatse8.

Namun ternyata Eko belum puas melancarkan fitnah.

"Nah itu. Ngecat tabung bikin logo itu gak sebentar. Padahal publik butuh dan urgent. Jadi kalau kosong di pasaran ya wajar. Wong sebagian lagi dicat," balas Eko dengan narasi lemah, ciri khas buzzerp.

Kegoblokan Eko ternyata menyulut emosi @gatse8.

"Satu lagi yang perlu diluruskan, itu stiker bukan cat. Ngeri kali Bajer ini, bunyi dulu, goblok selamanya," balas @gatse8.



Warganet lain pun terlihat emosi dengan kelakukan buzzerp dengan seenaknya melakukan fitnah tanpa takut diproses hukum.

"Gak bisa dilaporin? Udah masuk kategori fitnah soalnya kan," usul Masreg.

"Syarat jadi buzzer emang masuk banget buat dosqi, goblok, gak tau malu, gak logis cuma modal bacot tanpa mikir," sambung Wong Kemplo.

"Si eko ini punya keluarga atau ndak sih? Malu aja punya ayah jadi buzzeRp yg gobloknya mengindonesia," sambut Kecial Kuning.

"Stressing mereka para Buzzer bukan edukasi dan kebenaran, yg penting heboh dan membiaskan persoalan utama. Ujung²nya blunder dan memicu Bully-an, bagi Buzzer itu nomor 18 yg penting nyerocos dulu," sindir Aira Afni. (wba)

Baca Juga
Loading...