Dulu Militan Dukung Jokowi Hingga Keluarga dan Teman Dimusuhi, Kini jadi Begal...


Loading...

 

Ilustrasi

Penyesalan selalu datang terlambat. Itulah yang dirasakan Alex (39), warga Tapanuli Utara, Sumut. Sosok yang dulu didukung dan dibanggakan ternyata tidak bisa memberikan perubahan yang positif. Kini Alex hanya bisa menyesali pilihannya di balik dinginnya sel.

"Menyesal aku dukung Jokowi, bang," buka Alex saat diwawancarai.

"Dulu aku relawan militan. Mulai dari media sosial hingga ke pelosok kampung. Kukenalkan Jokowi sebagai sosok yang merakyat," terangnya.

Alex mengaku siap mati membela Jokowi. Siapa pun orang yang berani mengkritik Jokowi, pasti akan selalu dibungkam.

"Aku nggak bisa lihat Jokowi dikritik, bang. Kawan-kawan hingga saudara pun kumusuhi. Bahkan ada yang sampai duel. Semua demi Jokowi," ujar pria yang tidak tamat SMA ini.

"Tapi semua kurasakan sia-sia belaka. Tak ada perubahan yang kurasakan. Hanya infrastruktur yang makin banyak. Ekonomi kurasakan makin berat saja," katanya dengan wajah tertunduk.

"Aku pun sekarang jadi korban bully kawan-kawan dan keluarga yang dulu kumusuhi. Ah, sudahlah bang. Semua sudah berlalu. Sekarang aku pun sudah ditangkap polisi. Jangankan Jokowi, orang partai yang dulu sering kubantu pun tak nampak batang hidungnya," pungkasnya.

Alex yang awalnya berjualan bakso bakar, harus menutup usaha karena pandemi. Demi menghidupi istri dan anak, serta menutupi biaya sekolah yang makin tinggi meski diterapkan pembelajaran daring, Alex memilih jalan pintas jadi begal. (wba)

Baca Juga
Loading...