Duit Rp11000 Triliun Raib, Pemerintah Ajak Warga Gotong Royong Menanggung Bansos


Loading...

 


Masih ingat kisah Rp11000 Triliun yang datanya ada di kantong Jokowi saat debat pilpres? Hingga detik ini, kisah tersebut masuk ke dalam kategori cerita dongeng yang melegenda. Dan gara-gara banyak yang mempercayainya, Indonesia saat ini berada di ujung tanduk.

Sampai-sampai pemerintah mengajak warga untuk bergotong-royong menanggung bansos usai Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan PPKM Darurat diperpanjang hingga akhir Juli 2021.

Padahal kasus korupsi bansos yang diperankan mantan menteri sosial yang juga petinggi partai penguasa, hingga kini belum usai. Masih terus ditelusuri kemana saja uang aliran korupsi mengalir. 

Wacana gotong royong bansos timbul setelah pemerintah memperpanjang PPKM Darurat. Sekaligus membantah segala statement Menko Luhut tentang keadaan terkendali.

"Perpanjangan (PPKM Darurat) ini memang banyak risiko. Termasuk bagaimana supaya seimbang, bersama-sama antara tadi itu meningkatkan disiplin warga untuk mematuhi protokol kesehatan dan standar PPKM dan bantuan sosial," kata Muhadjir saat meninjau shelter Corona di Hotel University Club Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Jumat (16/9/2021).

Namun, Muhadjir mengatakan bansos tidak mungkin ditanggung oleh negara sendirian. Karena negeri ini sedang bocor digerogoti tikus. Oleh karena itu, menurutnya perlu adanya gotong royong masyarakat terkait bansos.

"Karena itu bansos itu tidak mungkin ditanggung negara sendiri oleh pemerintah. Gotong-royong masyarakat," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Muhadjir menyebut keputusan perpanjangan PPKM Darurat ini diputuskan Presiden Jokowi dalam rapat kabinet terbatas. Muhadjir bercerita dirinya mengikuti rapat itu saat berada di Sukoharjo tadi.

Baca Juga
Loading...