Curhat Bekas Fans Abu Janda cs, Dulu Hobby Hina Ulama, Sekarang Berharap Makan dari Masjid


Loading...

 

Tempat makan gratis yang sering dijumpai di masjid sangat membantu meringankan beban warga di saat pandemi.

Berbeda pilihan politik seharusnya merupakan hal yang biasa. Namun tidak bagi Ricky (38). Baginya, Jokowi adalah satu-satunya sosok yang layak jadi presiden.

Ia juga yakin Jokowi-lah Satria Piningit yang diramalkan akan membawa Indonesia ke zaman keemasan. Siapa pun yang menyanggah, langsung dianggap musuh dan pengkhianat NKRI.

Ricky yang hanya mengecap pendidikan hingga SMP ini pun mengaku terbuai dengan berbagai narasi dari pendukung Jokowi seperti Abu Janda, Denny Siregar, Ade Armando dan Eko Kunthadi. Setiap tulisan buzzerp, dianggapnya sebagai kebenaran yang hakiki.

Lajang yang sudah belasan tahun merantau di Medan ini pun sering ikut-ikutan menghina ulama. Foto-foto ulama yang dianggap berseberangan dengan Jokowi pun menjadi korban editannya.

Tanpa sadar, Ricky pun mulai membenci masjid. Apalagi pernah viral ada ceramah di masjid yang mengajak untuk tidak memilih Jokowi.

Pandemi yang tak kunjung usai ternyata mendatangkan 'hidayah' buat Ricky. Usaha design iklan miliknya bangkrut. Tak sanggup bertahan.

Tuntutan kebutuhan hidupnya sehari-hari pun tak bisa dipenuhi. Teman-teman sesama fans Jokowi yang dulu sering diajak nongkrong, hilang satu persatu. Meninggalkannya di saat susah.

Teman yang dulu berseberangan, malah pernah menawarkan bantuan. Namun Ricky malu menerimanya.

Hingga suatu saat, Ricky tak tahu harus berbuat apa. Perutnya keroncongan. Lapar yang amat sangat membuatnya memberanikan diri melangkahkan kaki ke sebuah masjid di Medan. Untuk mendapatkan makanan gratis.

"Pertama kali melangkahkan kaki ke masjid, hatiku berkecamuk bang. Dulu aku sering menjelek-jelekkan masjid. Padahal aku sendiri seorang muslim," kisah Ricky kepada wartawan.

"Aku disambut senyum jamaah masjid. Mereka menawarkan untuk makan bersama," sambungnya dengan mata memerah menahan tangis. Dan juga kekesalan yang mendalam terhadap dirinya sendiri. Mengapa dulu membenci saudara seimannya. Hanya gara-gara pilihan politik yang berbeda.

Kini Ricky menjadi jamaah di masjid itu. Setiap pengajian selalu dihadirinya. Dia juga sering terlihat membersihkan lantai salah satu masjid terbesar di Medan tersebut.

"Baru kusadari, bang. Agama lah tempat kita bersandar dari segala kepenatan dunia. Kudoakan semoga Abu Janda dkk bisa segera tobat," katanya mengakhiri obrolan singkat kami.

Mengolok-olok dan memandang rendah Ahli Ilmu dan orang shalih, termasuk sifat orang kafir dan salah satu cabang kemunafikan. Sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat, diantaranya yaitu: زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللهُ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ 

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia dari pada mereka di hari Kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendakiNya tanpa batas. [al-Baqarah/2 : 212]

Baca Juga
Loading...