Bikin Ketawa Sendiri! Warganet Ramai-ramai Ungkap 'Kehebatan' Rektor UI


Loading...

 


Rektor UI, Ari Kuncoro lagi-lagi menjadi sorotan warganet. Setelah beberapa waktu lalu terkuak skandal rangkap jabatannya, kini warganet dihebohkan dengan berubahnya statuta UI demi mengakomodir rangkap jabatan tersebut.

Berawal dari tweets youtuber, Ridwan Hanif, Rektor UI menjadi bahan candaan warganet.

"Rektor UI kalau nerobos lampu merah, aturannya langsung diubah, lampu ijo jadi berhenti, merah jadi jalan," tulis Ridwan Hanif dibubuhi emoticon ngakak.

Sontak saja tweets tersebut menjadi inspirasi bagi warganet lainnya.

"Rektor UI kalo kena Covid, Virusnya isoman," sambung MbahKung.

"Rektor UI ikut qurban, sapinya yg bunuh diri," balas Rifqi 

"Rektor UI kalau mau makan sate. Kambingnya yang datang minta disembelih," lanjut MarieAhmad.

"Rektor UI kalau parkir sembarangan, rambunya yang dipindahin," kata Sal.

"Yuk diramaikan. Rektor UI kalau masuk tol, emoneynya ditopup ama mesin bayar tol," ajak KarpetMie.

"Rektor UI kalo lagi pengen nonton Ikatan Cinta, semua stasiun TV langsung tayangin saat itu juga," ikut Sarjoko Subeja.

"Rektor UI ke alfamart, tukang parkirnya yg bayar 2000 ke rektor," sambut Agus Setiawan.

"Rektor UI klo belanja.. kasirnya yang bayarin," tulis Alfi.

"Rektor UI kalo tarik tunai di ATM saldonya malah nambah," sambung Gegee.

"Rektor UI kalau kebelet BAB, Toiletnya yang nyamperin," kata Tatan ngakak.

"Rektor UI kalau telat dateng wisudaan, wisudanya pindah ke rumahnya," balas Rivaldi.

"Rektor ui nabrak chuck norris, chuck norrisnya minta maaf," ikut Amang.

"Rektor ui kalo kehujanan, hujan nya yg basah," tambah Ryan.

"Rektor UI klo diundang kawinan, mempelainya yg dateng kerumah dia," sebut Jiguza.

"REKTOR UI Mau bikin visa RUSIA, Presiden putin langsung yg menghadap," bilang Alexa.

Sebelumnya, aturan larangan rektor UI untuk rangkap jabatan sebagai komisaris BUMD/BUMN ada pada Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI. Kini, statuta itu sudah tidak berlaku karena sudah terbit versi baru, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI.

"Benar, sudah ada PP Nomor 75 Tahun 2021 dan sudah diundangkan," kata Kepala Bagian Humas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Tubagus Erif Faturahman kepada detikcom, Selasa (20/7/2021).

PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Juli 2021 dan diundangkan Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly pada 2 Juli 2021 juga.

Dulu pada Statuta UI versi lama, larangan rektor UI untuk merangkap jabatan komisaris didasarkan pada Pasal 35 huruf c. Di pasal itu disebut rektor dilarang menjabat pada BUMN/BUMD/ataupun swasta, maka otomatis menjadi komisaris juga dilarang.


Kini pada Statuta UI versi baru, larangan rektor UI merangkap jabatan memang masih ada, tapi tidak secara umum seperti Statuta UI versi sebelumnya yang menggunakan kata 'pejabat'. Kini, rektor UI hanya dilarang merangkap menjadi 'direksi' BUMN/BUMD/swasta. Jadi, tak ada larangan rektor UI rangkap jabatan kecuali menjadi direktur suatu perusahaan.

Baca Juga
Loading...