Arab Saudi Ancam Warganya yang ke Indonesia, tapi Beri Bantuan Banyak ke Malaysia... Ada Apa ya?


Loading...

 


Kebijakan Arab Saudi dirasakan pilih kasih terhadap dua negara mayoritas Islam di dunia, Malaysia dan Indonesia.

Untuk Malaysia, Arab Saudi segera memberi bantuan pasokan medis. 

Di sisi lain, Arab Saudi malah mengancam warganya agar tidak masuk ke Indonesia.

Kebijakan itu diambil sebagai upaya mengekang penyebaran virus corona dan varian barunya.

Mengutip seorang pejabat kementerian dalam negeri yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan beberapa warga negara Saudi, yang pada Mei diizinkan bepergian ke luar negeri tanpa izin sebelumnya dari pihak berwenang untuk pertama kalinya sejak Maret 2020, telah melanggar peraturan perjalanan.

"Siapa pun yang terbukti terlibat akan dikenakan pertanggungjawaban hukum dan hukuman berat sekembalinya mereka dan akan dilarang bepergian selama tiga tahun," kata pejabat yang dilansir dari Kantor berita SPA pada Selasa (27/7),

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Essam Abed Al-Thaqafi mengatakan dua penerbangan repatriasi akan membawa kembali 200 warga Saudi. Ada pula dua warga Saudi yang terinfeksi Covid-19 varian Delta dalam kondisi kritis.

'Evakuasi' yang dilakukan Arab Saudi ini dilakukan setelah pekan lalu, negeri Raja Salman membuat pengumuman bagi warganya untuk segera meninggalkan RI. Ini bersamaan dengan aturan kerajaan yang melarang warga melakukan perjalanan ke Indonesia, langsung ataupun tidak langsung.

Sementara itu, Raja Arab Saudi Salman Abdulaziz Al-Saud memerintahkan badan amal Arab Saudi, King Salman Center for Relief and Humanitarian Action (KSrelief), untuk segera memberi bantuan pasokan medis ke Malaysia yang kini sedang mengatasi Pandemi Covid-19.

Dikutip dari The Saudi Gazette, perintah Raja Salman itu datang sebagai tanggapan atas permintaan yang dibuat Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein selama pembicaraannya dengan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman.

Dalam sebuah pernyataan, Supervisor Jenderal KSrelief Abdullah Al-Rabeeah, yang juga penasihat di Royal Court, mengatakan bahwa arahan Raja Salman menunjukkan kedalaman hubungan yang kuat antara kedua negara.

Menurut Al-Rabeeah, bantuan medis itu terdiri dari satu juta dosis vaksin virus corona.

"Kami akan berkoordinasi dengan kantor Menteri Luar Negeri Malaysia untuk mendapatkan kontrak dengan salah satu pembuat vaksin internasional yang disetujui untuk memasok jumlah yang dibutuhkan langsung ke Malaysia," kata Al-Rabeeah. (wbc)

Baca Juga
Loading...