Angka Kematian di Solo Disebut Tinggi, Gibran Marahi Luhut, "Datanya Ngawur!"


Loading...

 


Gibran Rakabuming Raka membantah pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut bahwa angka kematian di Solo tinggi.

Sebelumnya, pada Sabtu, 31 Juli 2021, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti tingginya angka kematian kasus Covid-19 di kota Solo.

Menanggapi pernyataan Luhut itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, membantah angka kematian kasus Covid-19 di kota Solo disebut tinggi.

“Sudah saya jelaskan. Yang jelas, jumlahnya itu tidak setinggi yang dipaparkan oleh Pak Luhut,” tutur Gibran pada Kamis lalu, 29 Juli 2021.

Ia mengakui bahwa memang angka kematian kasus Covid-19 di Solo tinggi, tetapi data pasien Covid-19 tersebut bukan dari Solo saja, melainkan daerah-daerah di sekitar Solo.

“Sudah saya jelaskan data-datanya seperti apa,” sambung Gibran lagi.

Ia mengungkapkan data kematian di Solo dan provinsi itu tercampur, sementara data yang dipunyai Pemkot Solo jumlahnya rendah.

“Dari data kemarin sudah saya pastikan semuanya dapat akses, oksigen, obat, dan dipastikan berapa persen yang belum divaksin dan punya komorbid.”

Gibran Rakabuming Raka kemudian secara tegas membantah dan mengatakan bahwa data Luhut-lah yang salah.

“Data yang disampaikan Pak Luhut ngawur. Kemarin sudah datang timnya Pak Luhut dan sudah diberi penjelasan,” jelas Gibran.

“Kita juga beritahu, di rumah sakit dan semua pasien itu harus diterima dan itu tidak masalah,” tandasnya. (tkn)

Baca Juga
Loading...