Anggota DPR Difasilitasi Isoman di Hotel, Warganet Cantik : Selamat ya, Wakil Rakyat Harus Diprioritaskan, karena Ngurus Rakyat itu Berat


Loading...

 


Berita tentang 'kiprah' anggota dewan memang tak ada habisnya. Setelah minta dibuatkan RS khusus, kini terkuak dapat fasilitas hotel untuk isoman.

Fasilitas itu diberikan kepada anggota legislator maupun staf harus menjalani isolasi mandiri atau karantina karena positif Covid-19, baik bergejala ringan, sedang, atau tanpa gejala.

Setjen DPR, Indra menjelaskan, fasilitas itu diberikan karena para anggota legislator memiliki mobilitas tinggi di daerah pemilihan mereka. 

Ia juga menyebut, pemberian fasilitas isoman dan karantina diambil dari anggaran yang tidak terpakai. Seperti kunjungan keluar negeri atau anggaran kegiatan seminar.

"Jadi kami menggeser dari dana-dana itu, sifatnya kontigensi, nggak dianggarkan secara utuh tapi kalau dibutuhkan kami revisi," kata dia.

Kebijakan itu pun mendapat protes dari warganet. Anggota Dewan dianggap tak berempati. Selalu mementingkan diri sendiri di atas kepentingan rakyat.

Salah satu protes datang dari aktivis media sosial, Maudy Asmara. Warganet cantik yang masih kuliah di UNJ ini menyebut tugas anggota dewan mengurus rakyat itu berat. Makanya harus diprioritaskan.

"Wah selamat ya bapak/ibu wakil rakyat... Namanya juga wakil rakyat jadi harus diprioritaskan...Ngurus rakyat itu berat, ya nggak sihhh," sindir Maudy.

"Gpp, silahkan dinikmati aja. Sidang² pun sekalianbaja disana. Toh sidang di kantor pun kagak pd hadir. Kalau rapat peripurna titp absen. Kalau hadir pun, kerjanya ngantuk, tidur atau maen hp," tambah Ruslov.

"Yaa namanya juga wakil rakyat, segala keinginan rakyat kan mereka yg mewakili. Rakyat pengin mobil mewah sdh diwakili,  rakyat pengin nginap dihotel sdh diwakili,  giliran rakyat susah mereka pura2 budeg," sambung Sahmico.

"Rakyatnya cuman jadi kambing hitam, pejabat n anggota dewan yg dpt fasilitas," ikut Karyo Gletek.

"🤔aku berhalu. Kebayang ntar hotelnya jadi angker. Ada suara-suara gaduh, seperti orang lagi debat. Lalu tiba-tiba hening... muncul lagi... Hilang lagi. Eh ada yg mainin  microfon," canda Vhietta.

Sebelumnya, pemberian fasilitas itu terungkap dalam surat yang diterbitkan Setjen DPR tertanggal 26 Juli 2021. Surat itu menyebutkan bahwa DPR telah bekerja sama dengan beberapa hotel untuk menyediakan fasilitas isolasi dan karantina bagi anggota legislator.

Sejak Juni, Setjen DPR mencatat sebanyak 523 orang di lingkungan DPR yang sempat dinyatakan positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, tersisa 83 orang yang masih positif, 30 merupakan anggota legislator sisanya staf, PNS, petugas kebersihan, hingga pamdal. (wbc)

Baca Juga
Loading...